Node.js adalah platform runtime JavaScript berbasis V8 engine milik Google Chrome yang memungkinkan kita menjalankan JavaScript di luar browser. Dengan Node.js, developer dapat membangun aplikasi server-side, API, hingga aplikasi real-time seperti chat dan streaming. Karena ekosistemnya yang sangat besar serta dukungan npm (Node Package Manager), Node.js menjadi pilihan populer bagi developer web dan backend.
Jika Anda menggunakan Ubuntu, ada berbagai cara untuk memasang Node.js sesuai kebutuhan: dari repository bawaan Ubuntu, repository NodeSource, manajer versi Node.js (NVM), hingga Volta. Masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangannya.
1. Install Node.js dari Repository Default Ubuntu
Metode paling sederhana adalah menggunakan repository bawaan Ubuntu.
Contoh pada Ubuntu 24.04, Node.js versi 18.19 tersedia langsung.
sudo apt install nodejs -y
sudo apt install npm -yKelebihan:
- Mudah dan cepat, tidak perlu konfigurasi tambahan.
- Cocok untuk kebutuhan umum atau server produksi yang butuh stabilitas.
Kekurangan:
- Versi Node.js biasanya lebih lama dibandingkan versi terbaru.
2. Install Node.js dari NodeSource Repository
Jika Anda butuh versi lebih baru, gunakan repository NodeSource. Misalnya, pasang Node.js v22.x:
curl -fsSL https://deb.nodesource.com/setup_22.x | sudo bash -
sudo apt install nodejs -yKelebihan:
- Mendapatkan versi Node.js terbaru yang lebih up-to-date.
- Cocok untuk aplikasi yang butuh fitur terbaru dari Node.js.
Kekurangan:
- Versi Node.js akan "global" dan hanya satu yang aktif di sistem.
3. Install Node.js dengan NVM (Node Version Manager)
NVM memungkinkan kita memasang banyak versi Node.js sekaligus dan berpindah antar versi dengan mudah.
curl -o- https://raw.githubusercontent.com/nvm-sh/nvm/v0.40.3/install.sh | bash
source ~/.bashrc
nvm install 22
nvm use 22Kelebihan:
- Bisa pasang banyak versi Node.js.
- Mudah berpindah antar versi (
nvm use 18,nvm use 22, dst). - Cocok untuk developer yang mengerjakan banyak project dengan versi Node.js berbeda.
Kekurangan:
- Tidak cocok untuk server produksi karena konfigurasi berbasis user.
4. Install Node.js dengan Volta
Volta adalah alat manajemen versi JavaScript toolchain. Keunggulannya, kita bisa mengatur versi Node.js per project, sehingga tiap project bisa berjalan konsisten sesuai versi yang ditentukan.
curl https://get.volta.sh | bash
source ~/.bashrc
volta install node@22Cara memilih versi Node.js dengan volta:
cd my-app
npm init -y
volta pin node@22Kelebihan:
- Versi Node.js bisa spesifik per project.
- Cocok untuk workflow development modern.
- Juga bisa mengelola npm, yarn, pnpm.
Kekurangan:
- Lebih populer di kalangan developer daripada sysadmin.
Perbedaan Masing-masing Cara
| Metode | Cocok Untuk | Versi Node.js | Fleksibilitas |
|---|---|---|---|
| Ubuntu Repo | Server produksi, pemula | Lama/stabil | Rendah |
| NodeSource | Butuh versi terbaru | Up-to-date | Rendah |
| NVM | Developer dengan banyak project | Multi versi | Tinggi |
| Volta | Developer modern, per project | Fleksibel | Tinggi |
Ada banyak cara untuk menginstal Node.js di Ubuntu, dan pilihan metode tergantung kebutuhan Anda. Jika ingin cepat dan stabil, gunakan repository default Ubuntu. Jika ingin versi terbaru, gunakan NodeSource. Jika Anda developer dengan banyak project, NVM adalah pilihan tepat. Sementara jika ingin workflow modern dengan versi per project, Volta adalah solusi terbaik. Dengan memahami perbedaan tiap metode, Anda bisa memilih cara install Node.js yang paling sesuai untuk kebutuhan, baik itu server produksi maupun pengembangan aplikasi.




