Google Investasikan Rp 32,4 Triliun untuk Bangun Pusat Data dan Cloud di Malaysia

Google Investasikan Rp 32,4 Triliun untuk Bangun Pusat Data dan Cloud di Malaysia
Photo by Solen Feyissa / Unsplash

Google telah mengumumkan rencana investasi besar-besaran senilai USD 2 miliar atau setara dengan Rp 32,4 triliun di Malaysia. Investasi ini bertujuan untuk membangun pusat data pertama dan wilayah Google Cloud di Negeri Jiran, menandai langkah besar dalam upaya perusahaan untuk mendukung transformasi digital di Asia Tenggara.

Menurut pernyataan Chief Financial Officer Google, Ruth Porat, pusat data dan wilayah cloud tersebut akan berlokasi di Elmina Business Park milik Sime Darby Property di negara bagian Selangor. “Malaysia dan Google bermitra untuk memajukan kerja sama dalam menciptakan ekosistem yang mendukung inovasi dan membuka potensi transformasi digital,” kata Porat.

Pusat data ini akan mendukung berbagai layanan digital Google, termasuk Search, Maps, dan Workspace, serta memperkuat layanan kecerdasan buatan (AI). Wilayah cloud akan menyediakan layanan kepada perusahaan lokal dan organisasi sektor publik, membantu mereka meningkatkan efisiensi dan daya saing di pasar global.

Investasi ini merupakan yang terbesar yang pernah dilakukan Google di Malaysia selama 13 tahun beroperasi di negara tersebut. Selain itu, Google juga meluncurkan dua program literasi AI yang ditujukan untuk pelajar dan pendidik di Malaysia. Program-program ini diharapkan dapat berkontribusi lebih dari USD 3,2 miliar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Malaysia dan mendukung penciptaan 26.500 lapangan kerja pada tahun 2030.

Langkah ini mengikuti jejak raksasa teknologi lainnya, seperti Microsoft yang telah mengumumkan investasi sebesar USD 2,2 miliar di Malaysia dan USD 1,7 miliar di Indonesia untuk pengembangan infrastruktur cloud dan AI. Nvidia juga telah menjalin kemitraan dengan perusahaan utilitas YTL milik konglomerat Malaysia dalam kesepakatan investasi senilai USD 4,3 miliar untuk mengembangkan infrastruktur AI di negara tersebut.

Senator YB Tengku Datuk Seri Utama Zafrul Aziz, Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia, menyatakan bahwa investasi Google akan signifikan dalam memajukan ambisi digital yang diuraikan dalam Rencana Induk Industri Baru 2030. “Investasi ini akan memungkinkan industri manufaktur dan berbasis jasa untuk memanfaatkan AI dan teknologi canggih lainnya, sehingga mereka dapat meningkatkan rantai nilai global,” kata Zafrul Aziz.

Dengan populasi generasi muda yang melek teknologi sebanyak 670 juta jiwa, Asia Tenggara semakin menarik minat dan investasi dari raksasa teknologi dunia. Investasi Google di Malaysia ini diharapkan akan memperkuat posisi kawasan tersebut sebagai pusat inovasi dan teknologi di masa depan.