Install aaPanel Hosting Control Panel

Install aaPanel Hosting Control Panel

Bitnesia Software Mar 25, 2026 101 EN

aaPanel adalah sebuah hosting control panel berbasis web yang dirancang untuk memudahkan manajemen server Linux. Dengan menggunakan GUI (Graphical User Interface), pengguna bisa melakukan banyak tugas administratif server tanpa harus mengetik baris perintah secara langsung. Dikembangkan oleh aaPanel Network Technology Co., Ltd., panel ini bersifat gratis (versi standar) dengan opsi upgrade ke versi Pro untuk fitur tambahan. Mulai diluncurkan sejak Agustus 2014, aaPanel kini telah diinstal di jutaan server di seluruh dunia.

Salah satu keunggulan aaPanel adalah kemampuannya menyediakan one-click deployment untuk lingkungan web seperti LAMP atau LNMP, monitoring sumber daya server, manajemen file, pengaturan SSL, hingga keamanan seperti firewall. Panel ini juga menyertakan fitur-fitur seperti “Sub-accounts / Multiple Users” (khusus di versi Pro), App Store / plugin management, WordPress Toolkit, dan pengelolaan database secara mudah.

aaPanel menyedikan skrip instalasi untuk versi gratis dan (opsional) versi Pro. Sistem operasi yang didukung meliputi berbagai distro Linux seperti Ubuntu, Debian, AlmaLinux / Rocky Linux, dengan spesifikasi minimal yang relatif ringan (rekomendasi RAM minimal sekitar 1 GB). Karena kemudahan instalasi, antarmuka intuitif, dan kumpulan fitur-utama yang lengkap, aaPanel menjadi pilihan populer bagi pengguna VPS yang ingin mengelola domain, situs web, basis data, keamanan dan backup tanpa harus bergantung sepenuhnya pada baris perintah.

Install aaPanel (Free Edition)

Prasyarat Sistem

Sebelum mulai instalasi, pastikan servermu memenuhi hal-berikut:

  • Sistem operasi Ubuntu 22.04
  • Akses root
  • Disarankan server “bersih” (clean install) tanpa tumpang tindih paket control panel lain
  • Pastikan firewall / security group memperbolehkan port-panel nanti (contoh: port panel aaPanel)
  • Juga requirement minimum: 1 core CPU + 1 GB RAM.

Langkah-Langkah Instalasi

Update sistem:

apt update -y

Install wget atau curl (jika belum tersedia):

apt install wget curl -y

Download dan jalankan skrip instalasi aaPanel Free Edition:

URL=https://www.aapanel.com/script/install_panel_en.sh && if [ -f /usr/bin/curl ];then curl -ksSO $URL ;else wget --no-check-certificate -O install_panel_en.sh $URL;fi;bash install_panel_en.sh ipssl

Selama proses instalasi akan diminta konfirmasi (misalnya: “Do you want to install aaPanel to the /www directory now?”) jawab y.

Tunggu proses selesai, skrip akan:

  • Mengunduh paket-dependensi yang dibutuhkan (web server stack, PHP, database engine dsb)
  • Mengatur service aaPanel
  • Membuat kredensial login sementara
  • Menampilkan URL panel + username + password

Setelah selesai, perhatikan output di terminal, catat URL, username & password panel.

Congratulations! Installed successfully!
aaPanel Internet Address:  http://<your-server-ip>:7800/<random-string>
username: randomuser
password: randompassword

Install LNMP Web Stack

Buka browser dan akses:

http://<IP-server>:7800/<random-string>

Masukkan username dan password yang tercantum di hasil instalasi.

Setelah login pertama, aaPanel akan menawarkan instalasi otomatis web stack:

  • LNMP (Nginx, MySQL/MariaDB, PHP, phpMyAdmin)
  • LAMP (Apache, MySQL/MariaDB, PHP, phpMyAdmin)

Bisa pilih sesuai kebutuhan, direkomendasikan memakai LNMP.

aaPanel akan mengunduh dan mengonfigurasikan semua komponen secara otomatis.

Kelola Website

Setelah aaPanel berhasil terpasang dan login ke dashboard, salah satu menu utama yang paling sering digunakan adalah Website. Menu ini berfungsi sebagai pusat pengelolaan domain, file web, SSL, PHP version, dan berbagai pengaturan tambahan untuk setiap situs yang dihost di server. Dengan fitur Website Manager, bisa menambahkan, mengedit, dan menghapus situs web hanya dalam beberapa klik tanpa perlu konfigurasi manual di terminal seperti mengedit virtual-host.conf.

Menambah Website

  1. Buka menu Website → Add Site
  2. Isi form konfigurasi:
    • Domain Name: masukkan nama domain atau subdomain (misal example.com)
    • Root Directory: otomatis diset ke /www/wwwroot/example.com
    • FTP Account (opsional): aktifkan jika ingin membuat akun FTP khusus untuk situs ini
    • Database (opsional): pilih MySQL/MariaDB, dan aaPanel akan membuat database & user otomatis
    • PHP Version: pilih versi PHP yang diinginkan (misal PHP 8.2 atau 8.3) atau Static jika hanya static site
  3. Klik Confirm, aaPanel akan otomatis membuat virtual host, direktori, database, serta konfigurasi PHP sesuai pilihanmu.

Daftar Website dan Status

Setelah situs dibuat, daftar semua domain akan muncul di halaman Website → PHP Project. Di sini kita bisa melihat informasi singkat seperti nama domain, status (running / stoppped), backup, root path, PHP version, SSL, traffic & log shortcut.

Dari sini bisa langsung:

  • Start / Stop / Restart website
  • Delete situs (dengan opsi hapus database & file)
  • Backup situs dengan satu klik

Konfigurasi Website

Klik Conf di kolom Operate untuk membuka panel konfigurasi detail. Berikut beberapa tab penting di menu Site modification:

  • Domain Manager: Menambah atau menghapus domain dan subdomain yang mengarah ke root direktori yang sama.
  • Site Directory: mengubah lokasli penyimpanan file web, misalnya memindahkan ke direktori lain.
  • URL rewrite: Editor rewrite rules dengan template siap pakai seperti WordPress, Laravel, Joomla, Drupal, dan lain-lain.
  • Config: editor konfigurasi virtual host.
  • SSL: pemasang SSL, tersedia Let’s Encrypt SSL gratis.
  • PHP version: mengganti versi PHP yang digunakan tiap website tanpa memengaruhi website lain.
  • Response log: melihat access logs dan error logs langsung dari panel, tanpa perlu membuka file di terminal.

Kelola Database

Selain manajemen website, salah satu fitur penting dari aaPanel adalah Database Management. Menu Database memudahkan pengguna dalam membuat, mengatur, dan memantau database MySQL atau MariaDB melalui antarmuka web, tanpa harus menggunakan baris perintah atau mengedit konfigurasi database secara manual. Dengan fitur ini, pengguna bisa membuat database baru, mengelola user, mengatur izin akses jarak jauh (remote access), melakukan backup, serta terhubung langsung ke phpMyAdmin hanya dalam beberapa klik.

Daftar Database

Setelah login ke aaPanel:

  1. Buka menu utama di sisi kiri panel.
  2. Klik Database.
  3. Akan muncul daftar semua database yang sudah ada di server.

Tampilan daftar ini berisi kolom Database Name, Username, Password, Quota, Backup Count, Location, Operate seperti phpMyAdmin, Permission, Tools, Password, dan Delete.

Membuat Database

Untuk membuat database baru:

  1. Klik tombol Add DB
  2. Isi form konfigurasi:
    • DB Name: misal website_db
    • Chartset: biasanya utf8mb4 untuk kompatibilitas modern
    • Username: otomatis terisi, bisa diubah
    • Password: otomatis terisi, bisa diubah secara manual atau otomatis dengan tombol generate untuk menghasilkan password acak
    • Permission: Local (hanya bisa diakses dari localhost), Everyone (dapat diakses dari IP mana pun), dan Specified IP (hanya mengizinkan IP tertentu)
  3. Klik Confirm, aaPanel akan otomatis membuat database dan user dengan hak akses penuh ke database tersebut

Akses phpMyAdmin

  1. Klik link/tombol phpMyAdmin
  2. Centang Enable public access
  3. Klik tombol Public access, panel akan membuka phpMyAdmin di tab baru
  4. Login menggunakan user dan password database yang ingin dikelola
  5. Lepas centang Enable public access jika sudah selesai menggunakan phpMyAdmin untuk keamanan

Kelola PHP

aaPanel mempermudah manajemen lingkungan PHP di server Linux tanpa harus mengedit file konfigurasi secara manual. Fitur ini sangat berguna untuk developer dan sysadmin yang mengelola banyak website dengan kebutuhan PHP berbeda (misalnya satu situs memakai PHP 7.4, sementara lainnya memakai PHP 8.3). Semua pengaturan PHP dapat diakses dari menu App Store → Installed → PHP, klik Setting pada kolom Operate.

Instalasi Versi PHP

Ketika pertama kali menginstal aaPanel, biasanya diminta memilih web stack seperti LAMP atau LNMP. Dari situ, aaPanel akan otomatis menginstal satu versi PHP (misalnya PHP 8.1). Namun bisa menambah versi PHP lain dengan mudah:

  1. Buka App Store (ikon toko di sidebar kiri).
  2. Ketik “PHP” di kolom pencarian.
  3. Akan muncul daftar versi PHP yang tersedia, misalnya:
    • PHP 7.4
    • PHP 8.0
    • PHP 8.1
    • PHP 8.2
    • PHP 8.3
  4. Klik Install pada versi yang kamu butuhkan

aaPanel akan mengunduh, mengompilasi, dan mengonfigurasi versi PHP tersebut secara otomatis di server. Bisa menginstal beberapa versi PHP sekaligus, lalu memilih versi yang digunakan per website.

Mengatur versi PHP untuk Tiap Website

Salah satu keunggulan utama aaPanel adalah kemampuan mengatur versi PHP per website. Langkahnya:

  1. Buka menu Website → Conf
  2. Pilih tab PHP version
  3. Pilih versi PHP yang diinginkan (misal ubah dari 8.0 ke 8.3)
  4. Klik Switch

Perubahan langsung diterapkan tanpa restart seluruh server. Ini sangat membantu saat mengelola banyak proyek dengan framework berbeda (WordPress, Laravel, CodeIgniter, dll).

Konfigurasi PHP (php.ini)

Setiap versi PHP di aaPanel memiliki konfigurasi terpisah yang dapat diubah dari panel:

  1. Masuk ke App Store → Installed → PHP (versi yang ingin diatur).
  2. Klik Setting untuk membuka pengaturan detail.
  3. Di tab Configuration, kamu dapat mengedit parameter umum seperti:
    • memory_limit → batas penggunaan memori
    • upload_max_filesize → ukuran maksimum upload file
    • post_max_size → batas maksimum data POST
    • max_execution_time → waktu maksimal eksekusi skrip
    • display_errors → aktif/nonaktif tampilan error
  4. Klik Save setelah melakukan perubahan. aaPanel akan otomatis me-reload service PHP-FPM agar konfigurasi baru aktif.

Kelola Ekstensi PHP

aaPanel memudahkan instalasi dan pengelolaan ekstensi PHP tanpa perlu apt, dnf, atau pecl manual.

  1. Masuk ke App Store → Installed → PHP → Setting → Install Extensions.
  2. Akan muncul daftar extension populer seperti ionCube, fileinfo, redis, memcached, opcache, apcu, oci8
  3. Klik Install untuk menambahkan extension tertentu, atau Uninstall untuk menghapus. aaPanel akan otomatis mengunduh dan mengonfigurasi modul tersebut sesuai versi PHP yang digunakan.

PHP Service Control

Masih di halaman pengaturan PHP, terdapat tab Service yang memuat kontrol dasar layanan PHP-FPM, Status service, Start / Stop / Restart PHP, dan Reload configuration. Jika  mengubah konfigurasi, gunakan Reload agar perubahan segera diterapkan tanpa menghentikan layanan.

Firewall

Tab Firewall di menu Security berfungsi untuk mengatur izin lalu lintas jaringan masuk (inbound) dan keluar (outbound) pada server kamu. Fitur ini adalah antarmuka grafis yang memudahkan pengguna dalam mengonfigurasi firewall rules tanpa perlu menulis perintah iptables atau ufw secara manual. Firewall di aaPanel, bisa menentukan port mana yang boleh atau dilarang diakses, sesuai kebutuhan layanan yang berjalan di server.

Apa itu Port Rule?

Port Rule adalah aturan (rule) yang mengontrol lalu lintas jaringan berdasarkan nomor port, protokol, dan arah koneksi (inbound/outbound). Misalnya:

  • Port 22 digunakan untuk SSH (remote server)
  • Port 80 digunakan untuk HTTP (web)
  • Port 443 digunakan untuk HTTPS (web aman)
  • Port 21 dan 20 digunakan untuk FTP (file transfer)

Membuat port rule untuk:

  • Mengizinkan (Allow) atau memblokir (Deny) akses ke port tertentu
  • Menentukan apakah aturan berlaku untuk semua IP atau IP tertentu
  • Mengontrol arah koneksi (Inbound atau Outbound)

Tambah Port Rule

Langkah-langkah menambahkan aturan baru:

  1. Buka menu Security → Firewall.
  2. Klik tombol hijau “Add Port Rule”.
  3. Isi parameter berikut di jendela pop-up:
    • Protocol: pilih TCP atau UDP
    • Port: nomor port atau rentang port (misal 8080 atau 39000-40000)
    • Source IP: All (semua IP) atau IP tertentu saja
    • Strategy: Allow untuk mengizinkan, Deny untuk memblokir
    • Direction: Inbound (lalu lintas masuk) atau Outbound (keluar)
    • Remarks: catatan penjelasan (misal “Port API Node.js”)
  4. Klik Confirm untuk menyimpan.

Aturan baru akan langsung diterapkan ke sistem firewall tanpa perlu restart server.

Contoh Kasus Port Rule

Jika menjalankan aplikasi Node.js di port 3000:

  1. Klik Add Port Rule
  2. Isi:
    • Protocol: TCP
    • Port: 3000
    • Source IP: All
    • Strategy: Allow
    • Direction: Inbound
    • Remarks: Allow Node.js App
  3. Klik Confirm

Server sekarang mengizinkan koneksi HTTP ke aplikasi Node.js di http://<ip-server>:3000.

Jika hanya IP kantor 203.0.113.10 yang bisa mengakses database:

  1. Klik Add Port Rule
  2. Isi:
    • Protocol: TCP
    • Port: 3306
    • Source IP: 203.0.113.10
    • Strategy: Allow
    • Direction: Inbound
    • Remarks: Allow MySQL from Office IP
  3. Klik Confirm

Semua IP lain selain 203.0.113.10 akan ditolak secara otomatis.

Memblokir port tertentu:

Misalnya kamu ingin menutup akses ke port 21 (FTP):

  1. Klik Edit pada port 21
  2. Ubah Strategy menjadi Deny
  3. Klik Confirm

Firewall akan memblokir semua koneksi masuk ke port 21.

Tips Firewall

  1. Buka hanya port yang diperlukan. Tutup port yang tidak digunakan agar mengurangi risiko eksploitasi.
  2. Gunakan IP Whitelist. Batasi akses SSH dan database hanya untuk alamat IP yang dipercaya.
  3. Pantau status Listening. Jika ada port yang terbuka tapi tidak dikenali, periksa apakah itu layanan resmi atau aplikasi mencurigakan.
  4. Backup rules. Gunakan fitur Export Rules sebelum melakukan perubahan besar agar mudah dikembalikan jika terjadi kesalahan.

Penutup

aaPanel merupakan solusi web hosting control panel yang ringan, gratis, dan sangat mudah digunakan untuk mengelola server Linux maupun VPS. aaPanel memiliki antarmuka berbasis web yang intuitif, pengguna dapat melakukan berbagai tugas administrasi, mulai dari instalasi website, manajemen database, konfigurasi PHP, hingga pengaturan keamanan firewall tanpa perlu menulis perintah terminal yang rumit. Bagi sysadmin atau developer yang ingin efisien dalam mengelola layanan hosting, aaPanel menjadi pilihan menarik karena fleksibilitasnya dalam mendukung berbagai stack server serta fitur otomatisasi yang lengkap.

Dukung keberlanjutan tutorial open source Bitnesia melalui link di bawah ini.

Kirim Donasi

Related Posts