Keamanan Password Perusahaan via Passbolt Self-Hosted

Keamanan Password Perusahaan via Passbolt Self-Hosted

Bitnesia Security May 5, 2026 56 EN

Bayangkan skenario yang umum terjadi saat seorang anggota tim baru bergabung dan memerlukan akses ke server staging. Seseorang sering kali mengirimkan username dan password melalui Slack, WhatsApp, atau bahkan menuliskannya di baris Excel yang dibagikan melalui email sebagai solusi tercepat. Kredensial tersebut kini tersebar di setidaknya tiga tempat berbeda tanpa ada yang mengetahui siapa saja yang telah mengaksesnya.

Laporan Verizon Data Breach Investigations Report secara konsisten menempatkan penggunaan kredensial yang bocor atau lemah sebagai vektor serangan terbesar dalam insiden keamanan siber perusahaan. Masalah ini bukan sekadar tentang kurangnya kesadaran, melainkan tentang ketiadaan sistem yang tepat untuk mengelola kredensial secara aman dan kolaboratif.

Solusi berbasis cloud untuk password manager memang tersedia, tetapi menyerahkan kendali data sensitif kepada pihak ketiga membawa risiko tersendiri seperti kebijakan privasi yang berubah, insiden keamanan di sisi vendor, hingga ketidakpatuhan terhadap regulasi data lokal. Self-hosting memberikan kedaulatan penuh atas data perusahaan karena data tidak pernah meninggalkan infrastruktur yang Anda kendalikan.

Apa itu Passbolt?

Passbolt merupakan password manager open-source yang dirancang khusus untuk kolaborasi tim. Perangkat lunak ini dibangun sejak awal untuk memfasilitasi skenario berbagi kredensial antar-pengguna dalam satu organisasi melalui kontrol akses yang sangat terperinci, sehingga berbeda dari password manager personal seperti KeePass atau 1Password. Lebih dari 50.000 organisasi di seluruh dunia telah menggunakan Passbolt per 2026, termasuk kementerian pemerintah Prancis, Bosch, berbagai universitas riset di Eropa, hingga lembaga IT pemerintah di Luxembourg.

Passbolt tersedia dalam dua edisi utama:

  • Community Edition (CE): Edisi yang sepenuhnya gratis dan open-source bagi pengguna yang menginginkan fitur dasar manajemen kata sandi.
  • Pro Edition: Edisi yang menambahkan fitur enterprise seperti sinkronisasi LDAP/Active Directory dan laporan audit lanjutan untuk kebutuhan kepatuhan organisasi.

Mengapa Memilih Passbolt untuk Perusahaan?

Keamanan Berbasis OpenPGP: Enkripsi yang Tidak Dapat Dibaca Server

Arsitektur keamanan Passbolt dibangun di atas standar OpenPGP, sebuah protokol kriptografi terbuka yang telah teruji selama puluhan tahun. Setiap pengguna memiliki pasangan kunci kriptografi yang terdiri atas kunci privat yang tersimpan di perangkat pengguna serta kunci publik untuk mengenkripsi data sebelum disimpan. Kunci privat tersebut tidak pernah dikirim ke server.

Sistem ini memastikan bahwa penyerang hanya akan mendapatkan data terenkripsi yang tidak berguna tanpa kunci privat pengguna, meskipun server Passbolt berhasil disusupi. Hal ini menjadi perbedaan fundamental dibandingkan solusi password manager lain yang masih mengandalkan enkripsi sisi server.

  • End-to-end encryption: Kunci privat tidak pernah meninggalkan perangkat pengguna dalam bentuk cleartext.
  • 1:1 encryption: Setiap password dienkripsi secara individual sehingga kebocoran pada satu entri tidak memengaruhi entri lainnya.
  • Signed operations: Setiap operasi ditandatangani secara kriptografis untuk memverifikasi identitas pengguna.
  • Challenge-based authentication: Proses login berbasis GpgAuth mengharuskan server dan client membuktikan kepemilikan kunci, bukan sekadar mencocokkan hash password.

Kolaborasi Tim yang Aman dan Terstruktur

Passbolt memungkinkan pembagian kredensial antar-pengguna dan grup dengan hak akses yang dapat disesuaikan per entri. Tim marketing dapat mengakses kredensial media sosial tanpa bisa melihat kredensial server database yang dikhususkan bagi tim infrastructure. Setiap operasi berbagi bersifat granular dan dapat dilacak sepenuhnya.

Kedaulatan Data dan Kepatuhan Regulasi

Passbolt membantu organisasi memenuhi persyaratan kepatuhan seperti GDPR, ISO 27001, SOC 2, serta regulasi sektoral lainnya karena data berjalan di server milik sendiri. Keamanan data sensitif tetap terjaga tanpa perlu mengirimkannya ke layanan pihak ketiga. Passbolt telah mendapatkan sertifikasi SOC 2 Type II dan telah diaudit secara independen oleh firma keamanan Cure53 dengan laporan yang dipublikasikan secara terbuka.

100% Open Source dan Dapat Diaudit

Seluruh kode sumber Passbolt, termasuk versi Pro, tersedia di GitHub. Transparansi ini memungkinkan tim keamanan internal maupun komunitas global untuk mengaudit serta memverifikasi implementasi kriptografi yang digunakan. Tidak ada backdoor tersembunyi di dalam kode tersebut.

Fitur Tambahan yang Relevan untuk Tim

  • Multi-factor authentication (MFA): Mendukung TOTP, Yubikey, dan Duo.
  • Browser extension: Tersedia untuk Chrome, Firefox, Edge, dan Brave sebagai komponen wajib dekripsi.
  • Mobile dan desktop app: Memudahkan akses kredensial dari mana saja.
  • API dan CLI: Integrasi dengan pipeline CI/CD untuk secret management
  • DevOps.Anti-phishing token: Token tiga karakter berwarna unik yang muncul pada setiap operasi sensitif guna mencegah penipuan melalui halaman palsu.

Prasyarat Instalasi

Kebutuhan Hardware

Passbolt tidak membutuhkan server bertenaga tinggi untuk penggunaan tim berukuran kecil hingga menengah. Spesifikasi minimum yang direkomendasikan oleh tim Passbolt meliputi:

KomponenMinimumRekomendasi
CPU1 core2 cores
RAM1 GB2 GB
Storage10 GB20 GB+ (tergantung volume audit log)

Kebutuhan Software

  • OS: Ubuntu 24.04 LTS atau Debian 13 (rekomendasi untuk instalasi via paket); distribusi lain seperti RHEL, AlmaLinux, dan RockyLinux 9 juga didukung.
  • Docker dan Docker Compose: jika menggunakan metode container.
  • MariaDB atau PostgreSQL: sebagai database backend (MariaDB diinstal otomatis pada metode paket).
  • Nginx: sebagai web server (dikonfigurasi otomatis oleh installer).
  • PHP 8.x: runtime aplikasi (diinstal otomatis).

Domain dan Sertifikat SSL

Passbolt wajib diakses melalui HTTPS. Persyaratan teknis ini harus dipenuhi karena browser extension mengandalkan origin URL yang aman untuk melakukan operasi kriptografi. Anda perlu menyiapkan subdomain yang mengarah ke IP server sebelum memulai instalasi, misalnya passbolt.example.com.

Installer Passbolt dapat mengintegrasikan Let's Encrypt secara otomatis guna memudahkan pengelolaan tanpa perlu memperbarui sertifikat secara manual.

SMTP Server

Passbolt memerlukan akses ke SMTP server untuk mengirimkan email notifikasi, undangan pengguna baru, serta tautan verifikasi akun. Anda dapat menggunakan layanan transaksional seperti Brevo dan Mailgun, atau menggunakan relay SMTP internal perusahaan.

NTP Service

Sinkronisasi waktu yang akurat sangat krusial dalam operasional sistem ini. Autentikasi berbasis GPGAuth sangat sensitif terhadap perbedaan waktu antara server dan client. Pastikan layanan NTP seperti systemd-timesyncd atau chrony telah aktif dan berjalan dengan baik di server Anda.

Perhatian: Gunakan server yang bersih tanpa layanan lain yang sudah terinstal. Script installer Passbolt berpotensi mengubah konfigurasi sistem yang sudah ada, termasuk Nginx dan MariaDB.

Instalasi Passbolt

Metode 1: Instalasi via Docker Compose

Docker Compose adalah cara yang direkomendasikan jika Anda ingin isolasi yang lebih baik, portabilitas tinggi, atau sudah terbiasa dengan ekosistem container. Metode ini mengemas Passbolt, database MariaDB, dan semua dependensinya dalam container yang terpisah.

Langkah 1: Install Docker

Install Docker jika belum tersedia:

curl -fsSL https://get.docker.com | sudo sh

Langkah 2: Unduh File docker-compose

Unduh file konfigurasi resmi dan verifikasi integritasnya menggunakan checksum SHA512 yang disediakan oleh tim Passbolt:

# Unduh docker-compose file
curl -LO https://download.passbolt.com/ce/docker/docker-compose-ce.yaml

# Unduh file checksum
curl -LO https://github.com/passbolt/passbolt_docker/releases/latest/download/docker-compose-ce-SHA512SUM.txt

# Verifikasi integritas file
sha512sum -c docker-compose-ce-SHA512SUM.txt

Output yang valid dari perintah verifikasi adalah:

docker-compose-ce.yaml: OK

Langkah 3: Konfigurasi Environment Variables

Buka file docker-compose-ce.yaml dan sesuaikan variabel lingkungan berikut. Ubah tag versi dari latest ke versi spesifik yang tersedia di Docker Hub untuk lingkungan produksi.

Variabel paling penting yang harus dikonfigurasi:

# URL lengkap server Passbolt Anda (harus HTTPS)
APP_FULL_BASE_URL=https://passbolt.example.com

# Konfigurasi email (SMTP)
EMAIL_DEFAULT_FROM_NAME=Passbolt
[email protected]
EMAIL_TRANSPORT_DEFAULT_HOST=smtp.example.com
EMAIL_TRANSPORT_DEFAULT_PORT=587
[email protected]
EMAIL_TRANSPORT_DEFAULT_PASSWORD=smtp_password_rahasia
EMAIL_TRANSPORT_DEFAULT_TLS=true

Langkah 4: Jalankan Container

sudo docker compose -f docker-compose-ce.yaml up -d

Tunggu hingga semua container dalam status running. Periksa statusnya melalui perintah:

sudo docker compose -f docker-compose-ce.yaml ps

Langkah 5: Konfigurasi HTTPS dengan Let's Encrypt (Docker)

Pendekatan yang direkomendasikan untuk HTTPS pada instalasi Docker adalah menggunakan Traefik sebagai reverse proxy. Traefik akan menangani penerbitan dan pembaruan sertifikat Let's Encrypt secara otomatis, serta meneruskan semua request ke container Passbolt.

5a. Tambahkan Service Traefik ke docker-compose

Buka file docker-compose-ce.yaml dan tambahkan service traefik di bawah service db dan passbolt yang sudah ada:

version: '3.7'
services:
  db:
    # ... konfigurasi database yang sudah ada ...

  passbolt:
    # ... konfigurasi passbolt yang sudah ada ...

  traefik:
    image: traefik:3.7.0
    restart: always
    ports:
      - 80:80
      - 443:443
    volumes:
      - /var/run/docker.sock:/var/run/docker.sock:ro
      - ./traefik.yaml:/traefik.yaml:ro
      - ./conf/:/etc/traefik/conf
      - ./shared/:/shared

Traefik berperan sebagai proxy di depan service Passbolt untuk menangani port 80 dan 443, serta mengurus pembaruan sertifikat Let's Encrypt secara otomatis.

5b. Buat File Konfigurasi Traefik

Buat file traefik.yaml di direktori yang sama dengan docker-compose-ce.yaml. Ganti [email protected] dengan alamat email Anda untuk notifikasi Let's Encrypt:

global:
  sendAnonymousUsage: false

log:
  level: DEBUG

providers:
  docker:
    endpoint: "unix:///var/run/docker.sock"
    watch: true
    exposedByDefault: false

  file:
    directory: /etc/traefik/conf/
    watch: true

api:
  dashboard: false
  insecure: false

entryPoints:
  web:
    address: ":80"
    http:
      redirections:
        entryPoint:
          to: websecure
          scheme: https
          permanent: true

  websecure:
    address: ":443"

certificatesResolvers:
  letsencrypt:
    acme:
      email: [email protected]
      storage: /shared/acme.json
      keyType: EC256

      httpChallenge:
        entryPoint: web

5c. Buat Folder conf dan File Konfigurasi Tambahan

Buat folder dan dua file konfigurasi keamanan untuk Traefik melalui perintah berikut:

mkdir conf

Buat file conf/headers.yaml untuk HTTP security headers:

http:
  middlewares:
    SslHeader:
      headers:
        FrameDeny: true
        AccessControlAllowMethods: 'GET,OPTIONS,PUT'
        AccessControlAllowOriginList:
          - origin-list-or-null
        AccessControlMaxAge: 100
        AddVaryHeader: true
        BrowserXssFilter: true
        ContentTypeNosniff: true
        ForceSTSHeader: true
        STSIncludeSubdomains: true
        STSPreload: true
        ContentSecurityPolicy: "default-src 'self' 'unsafe-inline'"
        CustomFrameOptionsValue: SAMEORIGIN
        ReferrerPolicy: same-origin
        PermissionsPolicy: "vibrate 'self'"
        STSSeconds: 315360000

Buat file conf/tls.yaml untuk konfigurasi TLS minimal:

tls:
  options:
    default:
      minVersion: VersionTLS12
      sniStrict: true
      curvePreferences:
        - CurveP521
        - CurveP384
      cipherSuites:
        - TLS_ECDHE_ECDSA_WITH_AES_128_GCM_SHA256
        - TLS_ECDHE_ECDSA_WITH_AES_256_GCM_SHA384
        - TLS_ECDHE_ECDSA_WITH_CHACHA20_POLY1305_SHA256

5d. Konfigurasi Service Passbolt untuk Traefik

Edit bagian service passbolt di docker-compose-ce.yaml dengan dua perubahan penting berikut:

  • Hapus definisi ports dari service passbolt karena Traefik yang akan menangani port 80 dan 443, bukan container Passbolt secara langsung.
  • Tambahkan label Docker agar Traefik mengetahui cara mengarahkan request ke Passbolt. Ganti passbolt.domain.tld dengan domain Anda yang sebenarnya:
version: '3.7'
services:
  db:
    # ... tidak ada perubahan ...

  passbolt:
    # ... konfigurasi lainnya (tanpa 'ports') ...
    labels:
      traefik.enable: "true"
      traefik.http.routers.passbolt-http.entrypoints: "web"
      traefik.http.routers.passbolt-http.rule: "Host(`passbolt.domain.tld`)"
      traefik.http.routers.passbolt-http.middlewares: "SslHeader@file"
      traefik.http.routers.passbolt-https.middlewares: "SslHeader@file"
      traefik.http.routers.passbolt-https.entrypoints: "websecure"
      traefik.http.routers.passbolt-https.rule: "Host(`passbolt.domain.tld`)"
      traefik.http.routers.passbolt-https.tls: "true"
      traefik.http.routers.passbolt-https.tls.certresolver: "letsencrypt"

  traefik:
    # ... konfigurasi traefik dari langkah 5a ...

Untuk Non-Root Images

Tambahkan label berikut di bawah label yang sudah ada jika Anda menggunakan image Passbolt non-root agar Traefik mengetahui port yang digunakan oleh container:

traefik.http.services.passbolt-https.loadbalancer.server.port: "8080"

5e. Jalankan Ulang Stack

Jalankan ulang seluruh stack setelah semua konfigurasi di atas selesai. Traefik akan secara otomatis mengurus penerbitan sertifikat Let's Encrypt dan pembaruannya di masa mendatang:

sudo docker compose -f docker-compose-ce.yaml up -d

Tunggu beberapa saat hingga Traefik selesai mendapatkan sertifikat dari Let's Encrypt. Passbolt seharusnya sudah dapat diakses melalui HTTPS di domain yang dikonfigurasi.

Langkah 6: Buat Akun Admin Pertama

Buat akun administrator pertama menggunakan perintah berikut setelah container berjalan dan HTTPS terkonfigurasi. Ganti nilai YOUR_EMAIL, YOUR_NAME, dan YOUR_LASTNAME sesuai data Anda:

 sudo docker compose -f docker-compose-ce.yaml \
  exec passbolt su -m -c "/usr/share/php/passbolt/bin/cake \
    passbolt register_user \
    -u [email protected] \
    -f Nama \
    -l Belakang \
    -r admin" -s /bin/sh www-data

Metode 2: Instalasi via Package Ubuntu 24.04

Metode ini menggunakan script installer resmi Passbolt yang mengotomatiskan seluruh proses. Proses tersebut dimulai dari setup repositori, instalasi paket, konfigurasi database MariaDB, Nginx, hingga setup HTTPS menggunakan Let's Encrypt. Cara ini merupakan opsi paling mudah untuk deployment baru.

Langkah 1: Tambahkan Repositori Passbolt

# Unduh script setup repositori
curl -LO https://download.passbolt.com/ce/installer/passbolt-repo-setup.ce.sh

# Unduh file checksum
curl -LO https://github.com/passbolt/passbolt-dep-scripts/releases/latest/download/passbolt-ce-SHA512SUM.txt

# Verifikasi dan jalankan script setup repositori
sha512sum -c passbolt-ce-SHA512SUM.txt && sudo bash ./passbolt-repo-setup.ce.sh \
  || echo "Bad checksum. Aborting" && rm -f passbolt-repo-setup.ce.sh

Langkah 2: Instal Paket Passbolt CE

sudo apt install passbolt-ce-server

Wizard interaktif berbasis terminal akan berjalan selama proses instalasi. Fitur ini memandu Anda melalui konfigurasi berikut secara berurutan:

  • Konfigurasi database MariaDB: pembuatan user database dan nama database untuk Passbolt.
  • Konfigurasi Nginx: pemilihan opsi untuk setup HTTPS secara otomatis.
  • Konfigurasi Let's Encrypt: penginputan nama domain dan alamat email untuk notifikasi pembaruan sertifikat.

Langkah 3: Konfigurasi HTTPS Otomatis (Let's Encrypt)

Pilih opsi Let's Encrypt saat wizard menanyakan konfigurasi Nginx, lalu masukkan nama domain yang sudah diarahkan ke server Anda. Muat ulang Nginx setelah proses selesai:

sudo systemctl reload nginx

Setelah itu, pastikan nilai fullBaseUrl di file konfigurasi sudah menggunakan protokol https://:

sudo grep "fullBaseUrl" /etc/passbolt/passbolt.php

Jalankan perintah berikut jika instalasi sudah berjalan tetapi Anda ingin mengonfigurasi ulang HTTPS:

sudo dpkg-reconfigure passbolt-ce-server

Konfigurasi Awal dan Setup Administrator

Web Installer: Wizard Konfigurasi Browser

Buka browser dan arahkan ke domain Passbolt Anda untuk instalasi via paket Ubuntu. Wizard konfigurasi berbasis web akan berjalan secara otomatis melalui tahapan berikut:

1. Healthcheck

Halaman pertama wizard menampilkan hasil pemeriksaan kesiapan lingkungan server. Pemeriksaan tersebut meliputi status GPG, koneksi database, konfigurasi SSL, dan pengaturan aplikasi. Selesaikan semua masalah yang ditandai merah sebelum melanjutkan.

2. Konfigurasi Database

Masukkan detail koneksi database yang mencakup hostname, port, nama database, username, dan password. Gunakan data yang sudah dibuat pada tahap instalasi sebelumnya.

3. GPG Key Server

Wizard menawarkan opsi untuk membuat atau mengimpor pasangan kunci GPG. Kunci ini akan digunakan server untuk proses autentikasi. Pilih opsi Generate untuk instalasi baru. Jalankan perintah berikut sebelum membuka wizard jika Anda membutuhkan kunci khusus berupa kunci RSA 3072-bit tanpa passphrase:

gpg --batch --no-tty --gen-key <<EOF
Key-Type: RSA
Key-Length: 3072
Key-Usage: sign,cert
Subkey-Type: RSA
Subkey-Usage: encrypt
Subkey-Length: 3072
Name-Real: Passbolt Server
Name-Email: [email protected]
Expire-Date: 0
%no-protection
%commit
EOF

Ekspor kunci untuk diimpor ke wizard:

gpg --armor --export-secret-keys [email protected]

Penting: Tipe Kunci GPG Tipe kunci default sejak GnuPG 2.2.0+ adalah ECC (Curve25519/Ed25519). Tipe kunci ini belum sepenuhnya kompatibel di semua lingkungan Passbolt. Gunakan RSA secara eksplisit seperti contoh di atas untuk memastikan kompatibilitas.

4. Setup SMTP

Masukkan detail konfigurasi SMTP yang terdiri dari hostname server email, port, username, password, dan alamat pengirim. Gunakan tombol Send Test Email di wizard untuk memverifikasi bahwa konfigurasi email sudah benar sebelum melanjutkan.

5. Pembuatan Akun Administrator Pertama

Masukkan nama dan alamat email administrator pertama. Sistem akan mengirimkan email undangan berisi tautan setup ke alamat yang didaftarkan setelah wizard selesai.

Setup Akun Administrator via Browser Extension

Klik tautan dalam email undangan. Browser akan meminta Anda menginstal Passbolt browser extension. Extension ini adalah komponen wajib karena seluruh operasi kriptografi berupa enkripsi dan dekripsi password dilakukan di sisi klien, bukan di server. Extension tersedia untuk:

  • Chrome / Chromium / Brave
  • Firefox
  • Microsoft Edge

Lanjutkan proses setup setelah extension terinstal:

  • Buat kunci GPG pengguna: Passbolt akan membuat pasangan kunci kriptografi unik untuk akun Anda yang dilindungi oleh passphrase pilihan Anda. Passphrase ini adalah kunci utama akses Anda ke seluruh password yang tersimpan.
  • Unduh Recovery Kit: langkah ini krusial. Recovery Kit adalah backup kunci privat Anda. Simpan file tersebut di tempat yang aman secara offline atau terenkripsi. Semua data terenkripsi tidak dapat dipulihkan jika perangkat hilang dan tidak ada Recovery Kit.
  • Tentukan Security Token: pilih kombinasi tiga karakter dan warna yang unik. Token ini akan selalu muncul di antarmuka Passbolt setiap kali operasi sensitif dilakukan untuk membantu Anda mendeteksi halaman phishing.

Akun administrator sudah siap. Anda akan diarahkan ke dashboard Passbolt dan dapat mulai mengundang anggota tim.

Tips Mengelola Password Tim di Passbolt

Membuat dan Mengelola Grup

Grup di Passbolt merepresentasikan struktur tim dalam organisasi Anda. Setiap grup dapat memiliki satu atau lebih administrator grup yang bertanggung jawab mengelola keanggotaan. Contoh struktur yang umum digunakan meliputi:

Nama GrupContoh Isi Password
Tim InfrastructureKredensial server, VPN, cloud provider, database
Tim DeveloperAPI key, staging environment, repositori privat
Tim MarketingAkun media sosial, dashboard analytics, email marketing
Tim FinanceAkun perbankan, platform pembayaran, SaaS internal
Semua KaryawanKredensial WiFi kantor, sistem absensi, portal HR

Buka menu Users & Groups > Create Group untuk membuat grup baru, lalu tambahkan anggota dan tentukan siapa yang menjadi group manager.

Manajemen Hak Akses

Setiap password atau folder yang dibagikan kepada pengguna atau grup dapat dikonfigurasi dengan tiga level hak akses berikut:

Level AksesKemampuan
Can ViewHanya bisa melihat dan menyalin password. Tidak bisa mengubah atau menghapus.
Can UpdateBisa melihat, menyalin, dan memperbarui nilai password serta metadata.
Is OwnerKontrol penuh: lihat, ubah, hapus, dan atur ulang hak akses pihak lain.

Prinsip least privilege (hak akses minimum yang diperlukan) harus diterapkan secara konsisten. Seorang anggota tim marketing tidak perlu memiliki akses Can Update ke password server. Anggota tersebut cukup diberi akses Can View atau tidak diberikan akses sama sekali.

Menggunakan Folder untuk Organisasi yang Lebih Rapi

Passbolt mendukung folder dan subfolder untuk mengelompokkan password secara hierarkis. Folder bisa bersifat personal (hanya terlihat oleh Anda) atau shared (dibagikan ke tim). Tambahkan tag dan deskripsi pada setiap entri untuk mempermudah pencarian.

Audit Logs: Lacak Siapa Mengakses Apa

Setiap tindakan di Passbolt dicatat dalam audit log. Catatan tersebut meliputi siapa yang mengakses password tertentu, kapan akses dilakukan, dan dari perangkat apa tindakan itu berasal. Fitur ini sangat berharga untuk investigasi insiden keamanan dan kepatuhan audit internal. Akses audit log dapat dibuka melalui menu Administration > Action Logs (khusus administrator).

Gunakan perintah berikut untuk membersihkan log lama dan menjaga performa database (contoh: mempertahankan log 90 hari terakhir):

# Pratinjau log yang akan dihapus (tanpa benar-benar menghapus)
sudo su -s /bin/bash -c \
  "/usr/share/php/passbolt/bin/cake passbolt action_logs_purge --dry-run -r 90" \
  www-data

# Jalankan pembersihan log setelah pratinjau dianggap aman
sudo su -s /bin/bash -c \
  "/usr/share/php/passbolt/bin/cake passbolt action_logs_purge -r 90" \
  www-data

Mengundang Pengguna Baru

Administrator dapat mengundang pengguna baru melalui menu Users > Create User. Sistem akan mengirimkan email undangan ke alamat yang didaftarkan. Pengguna baru harus menginstal browser extension dan menyelesaikan proses setup kunci GPG mereka sebelum bisa menggunakan Passbolt.

Tekankan kepada setiap pengguna baru tentang pentingnya menyimpan Recovery Kit di tempat yang aman. Administrator tidak bisa memulihkan kunci privat pengguna jika hilang. Ketentuan inilah yang menjamin bahwa tidak ada pihak lain, termasuk admin sekalipun, yang bisa mengakses password

Strategi Backup dan Pemeliharaan

Apa yang Harus Di-backup?

Ada tiga komponen penting yang harus selalu di-backup secara reguler:

  1. Database: seluruh data password tersimpan di sini dalam bentuk terenkripsi.
  2. GPG keys server: kunci publik dan privat yang digunakan server untuk autentikasi.
  3. File konfigurasi aplikasi: passbolt.php atau environment variables.

Backup untuk Instalasi Paket (Ubuntu)

Backup Database

sudo su -s /bin/bash -c \
  "/usr/share/php/passbolt/bin/cake passbolt sql_export" \
  www-data

Backup GPG Keys Server

# Kunci privat server
sudo cp /etc/passbolt/gpg/serverkey_private.asc ~/backup/serverkey_private.asc

# Kunci publik server
sudo cp /etc/passbolt/gpg/serverkey.asc ~/backup/serverkey.asc

# File konfigurasi aplikasi
sudo cp /etc/passbolt/passbolt.php ~/backup/passbolt.php

Arsipkan dan Pindahkan Off-site

# Buat arsip terkompresi
tar -cvzf /home/passbolt_backup_$(date +%Y%m%d).tar.gz ~/backup/

# Kirim ke server backup atau storage lain
scp /home/passbolt_backup_$(date +%Y%m%d).tar.gz backup_user@backup_server:/path/to/backups/

Backup untuk Instalasi Docker

Backup Database dari Container

sudo docker compose -f docker-compose-ce.yaml exec db bash -c \
  'mariadb-dump -u${MYSQL_USER} -p${MYSQL_PASSWORD} ${MYSQL_DATABASE}' \
  > ~/backup/passbolt_db_$(date +%Y%m%d).sql

Backup GPG Keys dari Container

# Kunci privat
sudo docker compose -f docker-compose-ce.yaml cp \
  passbolt:/etc/passbolt/gpg/serverkey_private.asc \
  ~/backup/serverkey_private.asc

# Kunci publik
sudo docker compose -f docker-compose-ce.yaml cp \
  passbolt:/etc/passbolt/gpg/serverkey.asc \
  ~/backup/serverkey.asc

Lakukan pula backup terhadap environment variables dari folder env/ yang berisi passbolt.env dan mysql.env.

Otomasi Backup dengan Cron

Buat script backup dan jadwalkan via cron untuk berjalan otomatis setiap malam:

# Edit crontab untuk user root atau user dengan akses yang sesuai
sudo crontab -e

# Jalankan backup setiap hari pukul 02:00
0 2 * * * /usr/local/bin/passbolt_backup.sh >> /var/log/passbolt_backup.log 2>&1

Praktik Terbaik Backup: Simpan backup di lokasi terpisah dari server utama (off-site). Enkripsi file backup sebelum menyimpannya. Lakukan simulasi restore secara berkala untuk memastikan backup dapat dipulihkan dengan benar. File backup yang tidak pernah diuji merupakan aset yang tidak bisa diandalkan.

Update Passbolt ke Versi Terbaru

Pembaruan rutin sangat penting untuk mendapatkan patch keamanan dan fitur terbaru.

Update untuk Instalasi Paket (Ubuntu/Debian)

sudo apt update
sudo apt upgrade passbolt-ce-server

Update untuk Instalasi Docker

# Tarik image version terbaru
sudo docker compose -f docker-compose-ce.yaml pull

# Restart container dengan image baru
sudo docker compose -f docker-compose-ce.yaml up -d

# Jalankan migrasi database jika diperlukan
sudo docker compose exec passbolt su -s /bin/bash -c \
  "source /etc/environment && ./bin/cake passbolt migrate" \
  www-data

Healthcheck Rutin

Jalankan healthcheck secara berkala untuk memastikan semua komponen Passbolt berfungsi dengan baik. Gunakan opsi --hide-pass untuk menampilkan item yang bermasalah saja:

# Instalasi paket
sudo su -s /bin/bash -c \
  "/usr/share/php/passbolt/bin/cake passbolt healthcheck --hide-pass" \
  www-data

# Instalasi Docker
sudo docker compose exec passbolt su -s /bin/bash -c \
  "source /etc/environment && ./bin/cake passbolt healthcheck --hide-pass" \
  www-data

Kesimpulan

Praktik berbagi password konvensional sangat berisiko karena tidak memiliki jejak audit dan pengelolaan akses yang jelas. Passbolt self-hosted hadir sebagai solusi komprehensif yang menawarkan keamanan berbasis kriptografi asimetris teruji, kolaborasi tim terstruktur, serta kedaulatan data penuh tanpa ketergantungan pada pihak ketiga. Keandalan sistem ini telah dibuktikan oleh puluhan ribu organisasi dan diperkuat oleh audit keamanan independen yang dipublikasikan secara terbuka. Langkah terbaik adalah segera memulai instalasi dalam skala kecil untuk mengevaluasi alur kerjanya sebelum insiden keamanan terjadi pada organisasi Anda.

Suka dengan konten panduan teknis kami? Jadilah bagian dari pendukung ekosistem open source di Bitnesia.

Donasi Sekarang

Related Posts