Selama belajar Linux, kita akan sering perlu mengedit file teks, misalnya untuk mengubah file konfigurasi, menulis catatan, atau membuat skrip. Meskipun tersedia editor grafis seperti GNOME Text Editor, ada kalanya kita harus bekerja langsung di terminal dan membutuhkan editor yang ringan serta sederhana. nano adalah jawabannya. Editor ini tersedia secara bawaan di Ubuntu 26.04 LTS dan Fedora Workstation 44, mudah dipelajari, dan menampilkan daftar pintasan keyboard di bagian bawah layar sehingga kita tidak perlu menghafalnya terlebih dahulu. Bab ini akan memandu kita menguasai nano sebagai text editor pertama di terminal.
Satu hal yang perlu diketahui sejak awal: mulai versi 8.0 (dirilis 1 Mei 2024), nano mengubah sejumlah pintasan bawaannya agar lebih ramah bagi pengguna baru, dan versi yang dibundel di Ubuntu 26.04 LTS maupun Fedora Workstation 44 sudah menggunakan skema baru ini. Jika sewaktu-waktu tampilan di bagian bawah layar nano yang terpasang berbeda sedikit dari yang tertulis di bab ini, jalankan nano --version untuk mengecek versinya. Percayalah pada daftar pintasan yang tampil di layar, karena itulah rujukan paling akurat untuk instalasi yang sedang dipakai.
19.1 Mengapa Perlu Text Editor di Terminal?
Ketika mengelola sistem Linux, banyak tugas yang harus dikerjakan langsung di terminal, seperti memperbaiki konfigurasi yang rusak, mengedit file sistem, atau menulis skrip sederhana. Dalam situasi tersebut, beralih ke aplikasi grafis terasa merepotkan, apalagi jika seorang Sysadmin sedang menangani server yang sama sekali tidak memiliki tampilan grafis. Text editor di terminal memungkinkan kita mengedit file tanpa meninggalkan lingkungan terminal.
Di antara banyak text editor terminal, nano adalah pilihan yang paling ramah bagi pemula. Tidak seperti vim yang memiliki kurva belajar curam, nano langsung dapat digunakan tanpa perlu memahami mode atau perintah khusus. Semua pintasan pentingnya selalu ditampilkan di bagian bawah layar, sehingga kita selalu tahu tombol apa yang harus ditekan. Developer yang perlu menyunting skrip secara cepat di server remote lewat SSH pun sering mengandalkan nano karena sudah tersedia bawaan tanpa perlu instalasi tambahan.
19.2 Membuka dan Membuat File dengan nano
Untuk membuka sebuah file dengan nano, jalankan perintah nano diikuti nama filenya. Jika file tersebut sudah ada, isinya akan ditampilkan. Jika belum ada, nano akan membuat file baru dengan nama tersebut.
nano catatan.txtPerintah di atas membuka nano dengan file catatan.txt. Jika file belum ada, ia akan tercipta saat kita menyimpannya. Untuk mengedit file sistem yang memerlukan hak akses administrator, misalnya saat Sysadmin mengubah konfigurasi hostname lokal, tambahkan sudo di depannya.
sudo nano /etc/hostsSaat nano terbuka, layar terbagi menjadi dua bagian utama. Bagian atas menampilkan isi file, sedangkan dua baris di bagian bawah menampilkan daftar pintasan keyboard dan pesan status. Pada tampilan tersebut, simbol ^ berarti tombol Ctrl dan simbol M- berarti tombol Alt.
Jika kita sudah tahu persis baris yang ingin dituju, tidak perlu membuka file lalu menggulir secara manual. Tambahkan nomor baris setelah tanda plus sebelum nama file, atau gunakan tanda titik dua setelah nama file.
nano +45 catatan.txt
nano catatan.txt:45Kedua perintah di atas sama-sama membuka catatan.txt dengan kursor langsung berada di baris 45. Ini sangat membantu ketika kita menindaklanjuti pesan error yang menyebutkan nomor baris tertentu, misalnya dari output journalctl atau linter. Sintaks nama_file:baris ini sendiri baru hadir sejak nano 8.0; pada versi yang lebih lama, hanya bentuk nano +45 catatan.txt yang tersedia.
19.3 Navigasi dan Pengeditan Teks
Kita bisa berpindah posisi kursor menggunakan tombol panah pada keyboard. Untuk berpindah lebih cepat, gunakan tombol Page Up dan Page Down untuk melompat satu layar, serta Home dan End untuk berpindah ke awal atau akhir baris.
Mengetik karakter akan menyisipkannya tepat di posisi kursor. Jika ingin menghapus karakter, gunakan Backspace untuk karakter di sebelah kiri kursor dan Delete untuk karakter di sebelah kanannya. Untuk memotong satu baris penuh, tekan Ctrl+K, lalu tempelkan kembali dengan Ctrl+U. Ctrl+U juga dapat dipakai berulang kali untuk menggandakan baris yang sama.
Jika kita hanya ingin menyalin sebuah baris tanpa menghapusnya dari tempat asal, gunakan Alt+6. Baris tersebut akan tersimpan di cutbuffer yang sama dan bisa ditempelkan dengan Ctrl+U seperti biasa. Untuk menyeleksi lebih dari satu baris sebelum memotong atau menyalin, tekan Alt+A untuk mengaktifkan mode tandai (mark), gerakkan kursor untuk memperluas seleksi, lalu tekan Ctrl+K (potong) atau Alt+6 (salin).
19.4 Menyimpan dan Keluar
Untuk menyimpan perubahan, tekan Ctrl+O. nano akan menanyakan nama file untuk ditulis. Jika kita ingin tetap memakai nama yang sama, cukup tekan Enter. Untuk keluar dari nano, tekan Ctrl+X. Jika ada perubahan yang belum disimpan, nano akan menanyakan apakah perubahan itu perlu disimpan lebih dulu. Tekan Y untuk menyimpan, N untuk membuang perubahan, atau Ctrl+C untuk membatalkan dan kembali mengedit.
Saat menyimpan, kita juga bisa mengubah lokasi atau nama file dengan mengganti teks yang ditampilkan sebelum menekan Enter.
Untuk memastikan file benar-benar tersimpan, keluar dari nano lalu jalankan cat catatan.txt atau ls -l catatan.txt. Isi dan waktu modifikasi file akan mencerminkan perubahan yang baru saja dibuat. Jika nano menampilkan pesan error seperti Error writing catatan.txt: Permission denied saat proses simpan, artinya file tersebut memerlukan hak akses administrator. Keluar dengan Ctrl+X, lalu buka ulang file yang sama memakai sudo nano.
Selain Ctrl+O, tersedia juga Ctrl+S untuk menyimpan secara instan tanpa konfirmasi nama file. Pintasan ini berguna saat kita ingin cepat menyimpan progres tanpa keluar dari mode edit. Perlu diperhatikan, pada beberapa terminal lama atau sesi SSH tertentu, Ctrl+S bisa saja tertangkap oleh terminal itu sendiri sebagai sinyal "hentikan output" (XOFF) sehingga layar terlihat seperti macet. Jika ini terjadi, tekan Ctrl+Q untuk melanjutkan.
19.5 Mencari dan Mengganti Teks
Untuk mencari sebuah kata atau frasa di dalam file, tekan Ctrl+F, lalu ketik kata yang dicari dan tekan Enter. Kursor akan melompat ke kemunculan pertama. Untuk melanjutkan ke kemunculan berikutnya searah pencarian, tekan Alt+F. Untuk mencari mundur, gunakan Ctrl+B, lalu lanjutkan mundur dengan Alt+B.
Perlu diketahui, pintasan pencarian klasik Ctrl+W (dan Alt+W untuk kemunculan berikutnya) yang dipakai di versi nano lama tetap berfungsi sebagai alternatif, hanya saja sejak versi 8.0 tampilan bantuan di layar memprioritaskan Ctrl+F/Ctrl+B sebagai pintasan utama. Jadi jangan bingung bila menemukan tutorial lama yang menyebut Ctrl+W untuk mencari. Keduanya sama-sama valid karena nano tetap mempertahankan pintasan lama demi kompatibilitas.
Untuk mengganti teks, tekan Alt+R (pintasan klasik Ctrl+\\ juga masih berfungsi). Kita akan diminta mengetikkan teks yang ingin dicari, diikuti teks penggantinya. nano kemudian menawarkan beberapa pilihan pada setiap kecocokan, yaitu Y untuk mengganti satu kecocokan, A untuk mengganti seluruh kecocokan sekaligus, N untuk melewati kecocokan tersebut, dan Ctrl+C untuk membatalkan.
Jika sebelum memulai penggantian kita menandai suatu wilayah teks dengan Alt+A, proses cari-dan-ganti hanya akan berlaku pada teks yang ditandai tersebut. Ini berguna saat kita hanya ingin mengubah bagian tertentu dari file tanpa menyentuh bagian lain.
19.6 Shortcut Penting nano
Berikut ringkasan pintasan nano yang paling sering digunakan, sesuai dengan tampilan bantuan bawaan pada versi yang dipakai di Ubuntu 26.04 LTS dan Fedora Workstation 44. Semua kombinasi ^ ditekan bersama tombol Ctrl, dan Alt+ ditekan bersama tombol Alt.
| Shortcut | Fungsi |
|---|---|
Ctrl+O | Menyimpan file (menanyakan nama sebelum menulis) |
Ctrl+S | Menyimpan cepat tanpa konfirmasi nama file |
Ctrl+X | Keluar dari nano |
Ctrl+F | Mencari teks maju (pintasan lama: Ctrl+W) |
Ctrl+B | Mencari teks mundur |
Alt+F / Alt+B | Melanjutkan pencarian maju / mundur |
Alt+R | Mengganti teks (pintasan lama: Ctrl+\\) |
Ctrl+K | Memotong baris (atau wilayah yang ditandai) |
Alt+6 | Menyalin baris tanpa memotong |
Ctrl+U | Menempelkan teks yang dipotong/disalin |
Alt+A | Menandai (mark) awal seleksi teks |
Ctrl+A | Pindah ke awal baris |
Ctrl+E | Pindah ke akhir baris |
Ctrl+C | Menampilkan posisi kursor |
Ctrl+G | Membuka bantuan nano |
Alt+U | Membatalkan (undo) |
Alt+E | Mengulang kembali (redo) |
Bagi yang terbiasa dengan editor GUI dan merasa lebih nyaman memakai pintasan seperti Ctrl+C untuk salin atau Ctrl+V untuk tempel, nano menyediakan opsi --modernbindings (bisa dipanggil singkat dengan nano -/) yang memetakan ulang sebagian besar pintasan ke gaya yang lebih umum di aplikasi modern. Opsi ini sifatnya opsional dan tidak wajib dipelajari di tahap awal, tetapi baik untuk diketahui keberadaannya.
nano adalah alat yang sederhana namun sangat berguna. Kemampuan mengedit file langsung dari terminal akan terus kita butuhkan di hampir setiap bab berikutnya, mulai dari mengubah konfigurasi sistem hingga menulis skrip. Setelah menguasai pintasan dasar di atas, kita telah membuka pintu menuju pengelolaan sistem Linux yang lebih dalam. Setelah merasa nyaman dengan nano, kita bisa menjajaki editor yang lebih canggih seperti vim pada bab berikutnya.

