APT: Package Manager Ubuntu

APT: Package Manager Ubuntu

Bitnesia Aug 16, 2026 29 EN

Setelah memahami konsep package management pada bab sebelumnya, kini saatnya mempraktikkannya langsung di Ubuntu 26.04 LTS. Ubuntu, yang merupakan turunan Debian, menggunakan APT (Advanced Package Tool) sebagai package manager utamanya. Melalui APT, Anda dapat menginstal, memperbarui, mencari, dan menghapus perangkat lunak dari repository resmi dengan aman dan mudah. Bab ini memandu Anda melalui operasi dasar APT, cara mengelola repository, serta cara menginstal file .deb secara manual.

apt vs apt-get: Perbedaan dan Kapan Digunakan

Anda mungkin menemukan dua perintah yang tampak serupa, yaitu apt dan apt-get. Keduanya merupakan bagian dari ekosistem yang sama, tetapi memiliki peruntukan yang berbeda.

  • apt adalah antarmuka modern yang dirancang untuk penggunaan interaktif sehari-hari. Perintah ini lebih sederhana, menampilkan progress bar, dan menyatukan perintah-perintah yang dulunya tersebar di beberapa tool, seperti apt-cache dan apt-get.
  • apt-get adalah tool tingkat rendah yang lebih stabil untuk digunakan dalam skrip dan otomatisasi karena format outputnya tidak mudah berubah.

Untuk kebutuhan pemula sehari-hari, gunakan apt. Anda cukup mengingat satu perintah untuk hampir semua keperluan pengelolaan package. Ubuntu 26.04 LTS menyertakan APT versi 3.1, yang membawa mesin pencari dependency baru bernama solver3 sebagai bawaan. Mesin ini bekerja lebih cepat dan hasilnya lebih mudah diprediksi dibanding versi sebelumnya, serta dilengkapi perintah diagnostik baru seperti apt why nama_paket untuk mengetahui alasan sebuah paket ikut terinstal.

Operasi Dasar APT

Berikut adalah operasi-operasi APT yang paling sering digunakan.

Memperbarui Daftar Paket

Sebelum menginstal atau memperbarui apa pun, jalankan apt update. Perintah ini mengambil daftar terbaru package yang tersedia dari repository.

sudo apt update

Perintah ini tidak mengubah package apa pun di sistem Anda, melainkan hanya menyegarkan daftar package agar APT mengetahui versi terbaru yang tersedia.

Memperbarui Paket Terinstal

Setelah daftar diperbarui, gunakan apt upgrade untuk memperbarui seluruh package yang terinstal ke versi terbaru.

sudo apt upgrade

Untuk pembaruan yang lebih menyeluruh, termasuk menangani perubahan dependency, tersedia sudo apt full-upgrade. Pada penggunaan sehari-hari, apt upgrade sudah memadai untuk sebagian besar kebutuhan.

Menginstal Paket

Gunakan apt install untuk menginstal package beserta seluruh dependency-nya secara otomatis.

sudo apt install vlc

Anda dapat menginstal lebih dari satu package sekaligus dengan memisahkan nama package menggunakan spasi.

Menghapus Paket

Terdapat dua tingkat penghapusan. apt remove menghapus program tetapi menyisakan file konfigurasinya, sedangkan apt purge menghapus program beserta file konfigurasinya.

sudo apt remove vlc
sudo apt purge vlc

Gunakan remove jika Anda ingin menyimpan konfigurasi untuk berjaga-jaga, dan purge jika ingin membersihkannya secara total.

Membersihkan Dependensi Tidak Terpakai

Ketika sebuah package dihapus, dependency yang hanya dibutuhkan oleh package tersebut bisa menjadi yatim. Bersihkan dengan apt autoremove.

sudo apt autoremove

Perintah ini membantu menjaga sistem tetap ramping dan bebas dari package yang tidak lagi diperlukan.

Mencari Paket

Untuk menemukan package berdasarkan kata kunci, gunakan apt search.

apt search video player

Perintah ini menampilkan daftar package yang namanya atau deskripsinya cocok dengan kata kunci yang Anda berikan.

Melihat Informasi Detail Paket

Sebelum menginstal, Anda dapat melihat deskripsi, versi, dan informasi lain dari sebuah package menggunakan apt show.

apt show vlc

Mengelola Repository

APT mengambil package dari repository yang terdaftar pada sistem Anda. Daftar repository ini tersimpan dalam file konfigurasi.

File /etc/apt/sources.list dan /etc/apt/sources.list.d/

Secara historis, repository utama Ubuntu didefinisikan dalam satu file bernama /etc/apt/sources.list, dengan satu baris untuk setiap repository. Sejak Ubuntu 24.04 LTS dan berlanjut hingga Ubuntu 26.04 LTS, konfigurasi bawaan telah berpindah ke format baru bernama DEB822, yang disimpan sebagai file /etc/apt/sources.list.d/ubuntu.sources. Akibatnya, pada instalasi baru Ubuntu 26.04 LTS, file /etc/apt/sources.list yang lama biasanya kosong atau bahkan tidak dipakai sama sekali, sementara file .sources itulah yang sesungguhnya dibaca APT.

cat /etc/apt/sources.list.d/ubuntu.sources

Format DEB822 menulis setiap repository sebagai blok pasangan key: value yang lebih mudah dibaca dibanding format satu baris lama, dan setiap blok dapat langsung menyertakan lokasi kunci penandatangannya lewat kolom Signed-By. File ini tetap berisi repository utama, universe (perangkat lunak komunitas), serta repository keamanan, hanya saja dituliskan dengan format yang berbeda. Kedua format, baik format satu baris lama maupun format DEB822 baru, tetap dipahami oleh APT, dan repository tambahan pihak ketiga bisa saja masih memakai salah satu dari keduanya.

Menambah PPA (Personal Package Archive)

PPA (Personal Package Archive) adalah repository pihak ketiga yang dihosting di Launchpad, umumnya digunakan untuk memperoleh versi terbaru dari sebuah aplikasi yang belum tersedia di repository resmi. Menambah PPA dilakukan dengan add-apt-repository, dan caranya tidak berubah meski format penyimpanannya sudah berbeda.

sudo add-apt-repository ppa:namapengembang/namaaplikasi

Setelah menambah PPA, jalankan sudo apt update agar daftar package dari PPA tersebut ikut dimuat. Di Ubuntu 26.04 LTS, add-apt-repository akan menuliskan PPA sebagai file .sources berformat DEB822 di /etc/apt/sources.list.d/, lengkap dengan kunci GPG penandatangan yang disematkan langsung lewat kolom Signed-By. Ini menggantikan cara lama yang menyimpan kunci secara terpisah lewat perintah apt-key, yang kini sudah tidak lagi disertakan di Ubuntu. Berhati-hatilah saat menambah PPA karena repository pihak ketiga tidak melewati proses kurasi seketat repository resmi.

Menginstal File .deb Secara Manual dengan dpkg

Terkadang perangkat lunak didistribusikan sebagai file .deb yang diunduh langsung, misalnya dari situs resmi pengembangnya. File tersebut dapat diinstal secara manual menggunakan dpkg.

sudo dpkg -i paket.deb

Namun, dpkg tidak menyelesaikan dependency secara otomatis. Jika instalasi gagal karena dependency yang belum terpenuhi, perbaiki dengan menjalankan APT untuk melengkapi dependency yang hilang.

sudo apt install -f

Perintah apt install -f akan memperbaiki dependency yang rusak atau belum terpenuhi. Sebisa mungkin, utamakan menginstal dari repository resmi daripada file .deb manual karena repository resmi lebih terjamin keamanannya.

APT adalah gerbang utama Anda untuk mengelola perangkat lunak di Ubuntu 26.04 LTS. Setelah Anda menguasai apt update, upgrade, install, remove, dan purge, Anda sudah mampu menangani sebagian besar kebutuhan sehari-hari. Pada bab berikutnya, Anda akan mempelajari DNF, package manager yang digunakan Fedora Workstation 44, agar Anda juga mahir mengelola perangkat lunak di distribusi tersebut.