Konsep Jaringan di Linux

Konsep Jaringan di Linux

Bitnesia Aug 17, 2026 26 EN

Jaringan adalah bagian tak terpisahkan dari penggunaan komputer modern, baik untuk menjelajah web, mengunduh pembaruan, maupun berbagi file. Bab ini meletakkan dasar pemahaman jaringan di Linux. Anda akan mengulas singkat konsep-konsep jaringan seperti IP, subnet, gateway, dan DNS, kemudian mempelajari network interface di Linux dan cara melihat konfigurasi jaringan menggunakan perintah-perintah seperti ip dan nmcli. Bab ini murni bersifat observasional, artinya Anda hanya akan melihat kondisi jaringan yang sudah berjalan. Cara mengubah konfigurasi tersebut akan dibahas tuntas pada bab berikutnya.

Review Singkat Konsep Jaringan

Sebelum masuk ke perintah-perintah Linux, ada beberapa konsep jaringan yang perlu Anda ingat. Konsep-konsep ini sebenarnya berlaku universal, tidak hanya di Linux, tetapi memahaminya akan sangat membantu saat membaca output perintah-perintah jaringan di Linux.

  • IP address adalah alamat numerik yang mengidentifikasi setiap perangkat di jaringan, misalnya 192.168.1.10. Format ini disebut IPv4 dan masih menjadi standar yang paling umum dijumpai di jaringan rumah maupun kantor. Ada juga IPv6, format alamat yang lebih baru dan jauh lebih panjang (misalnya 2001:0db8:85a3::8a2e:0370:7334), yang dibuat karena jumlah alamat IPv4 di dunia sudah semakin terbatas. Linux modern, termasuk Ubuntu dan Fedora, mendukung IPv4 dan IPv6 secara bersamaan.
  • Subnet mask menentukan bagian mana dari IP address yang menjadi identitas jaringan dan bagian mana yang menjadi identitas perangkat, misalnya 255.255.255.0. Di Linux, subnet mask ini lebih sering ditulis dalam notasi CIDR (Classless Inter-Domain Routing) berupa angka prefix setelah tanda garis miring, misalnya 192.168.1.10/24. Angka /24 ini setara dengan subnet mask 255.255.255.0 dan berarti 24 bit pertama dari alamat tersebut adalah identitas jaringan. Notasi CIDR inilah yang akan Anda lihat langsung pada output perintah ip addr.
  • Gateway adalah perangkat yang menjadi pintu keluar sebuah jaringan menuju jaringan lain, biasanya router. Gateway inilah yang dilewati setiap kali komputer Anda mengirim data ke luar jaringan lokal, misalnya ke internet.
  • DNS (Domain Name System) menerjemahkan nama domain seperti google.com menjadi IP address yang dapat dipahami mesin.

Satu hal lain yang berguna untuk diketahui adalah perbedaan antara IP privat dan IP publik. IP privat hanya berlaku di dalam jaringan lokal (misalnya jaringan rumah Anda) dan tidak bisa langsung diakses dari internet; rentang yang umum dipakai adalah 192.168.0.0/16, 10.0.0.0/8, dan 172.16.0.0/12. Sebaliknya, IP publik adalah alamat yang dikenali di internet secara global, biasanya dimiliki oleh router atau modem Anda yang terhubung ke Internet Service Provider (ISP). Jika Anda melihat IP address dengan format 192.168.x.x pada laptop Anda, itu adalah IP privat, bukan IP yang terlihat oleh dunia luar.

Keempat konsep IP, subnet/CIDR, gateway, dan DNS menjadi bekal untuk memahami konfigurasi jaringan yang akan Anda temui di Linux.

Dari Mana Konfigurasi Ini Didapat: DHCP vs IP Statis

Pada praktiknya, komputer Anda tidak perlu mengetik keempat informasi di atas satu per satu. Sebagian besar jaringan, termasuk Wi-Fi rumah dan kantor, menjalankan layanan bernama DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) pada router. Begitu komputer Anda terhubung ke jaringan, DHCP secara otomatis memberikan IP address, subnet/prefix, gateway, dan DNS tanpa perlu campur tangan Anda. Inilah yang terjadi setiap kali Anda menyambungkan laptop ke Wi-Fi baru dan langsung bisa browsing tanpa pengaturan tambahan.

Alternatifnya adalah IP statis, yaitu keempat informasi tersebut diisi secara manual dan tidak berubah-ubah. IP statis biasa dipakai untuk server, printer jaringan, atau perangkat lain yang alamatnya perlu selalu sama agar mudah diakses. Cara mengatur IP statis di Ubuntu dan Fedora akan dibahas pada bab berikutnya.

Network Interface di Linux

Network interface adalah titik penghubung antara sistem dengan jaringan, baik melalui kabel maupun nirkabel. Setiap interface memiliki nama yang dapat Anda lihat dan gunakan dalam perintah jaringan.

Penamaan Interface

Linux menamai network interface berdasarkan jenis dan lokasinya pada perangkat keras. Beberapa contoh nama yang umum adalah sebagai berikut.

NamaKeterangan
eth0Interface Ethernet, penamaan gaya lama.
enp3s0Interface Ethernet, penamaan baru berdasarkan lokasi fisik pada bus.
wlan0Interface nirkabel (Wi-Fi), penamaan gaya lama.
wlp2s0Interface nirkabel, penamaan baru berdasarkan lokasi fisik.

Penamaan baru seperti enp3s0 dan wlp2s0 dipakai pada sistem modern, termasuk Ubuntu 26.04 LTS dan Fedora Workstation 44, karena lebih konsisten dan stabil. Skema ini disebut predictable network interface names dan sudah menjadi standar di hampir semua distribusi Linux sejak pertengahan tahun 2010-an. Nama seperti enp3s0 sebenarnya bukan sekadar kode acak; setiap bagiannya punya arti: en berarti ethernet, p3 menunjukkan nomor bus PCI tempat kartu jaringan terpasang, dan s0 menunjukkan nomor slot pada bus tersebut. Dengan skema ini, nama interface tetap sama setiap kali sistem dinyalakan ulang, bahkan jika Anda menambah atau melepas kartu jaringan lain. Ini berbeda dengan penamaan lama seperti eth0 dan eth1, yang urutannya bisa tertukar antar-boot pada komputer dengan lebih dari satu kartu jaringan, sesuatu yang cukup menyulitkan di masa lalu.

Loopback Interface lo

Selain interface fisik, Linux memiliki interface khusus bernama lo (loopback). Interface ini memungkinkan komputer berkomunikasi dengan dirinya sendiri dan selalu memiliki IP address 127.0.0.1 (serta ::1 untuk IPv6). Loopback berguna untuk pengujian layanan lokal tanpa melibatkan jaringan eksternal, misalnya saat sebuah aplikasi web yang sedang Anda kembangkan diakses melalui http://127.0.0.1:8000 atau alias http://localhost:8000 dari browser di komputer yang sama.

Melihat Konfigurasi Jaringan

Perintah utama untuk melihat dan mengelola jaringan modern di Linux adalah ip, bagian dari paket iproute2 yang terpasang secara default di Ubuntu maupun Fedora. Selain itu, nmcli menyediakan antarmuka untuk NetworkManager, layanan yang menjadi manajer jaringan default pada kedua distro tersebut.

ip addr: Informasi IP Address

Untuk melihat IP address yang terpasang pada setiap interface, gunakan ip addr.

ip addr

Output perintah ini menampilkan daftar interface beserta IP address, status aktif, dan alamat MAC-nya. Perhatikan bahwa IP address ditampilkan dalam notasi CIDR yang telah dibahas sebelumnya, misalnya inet 192.168.1.10/24, di mana angka /24 menggantikan peran subnet mask. Perintah ip addr sering disingkat menjadi ip a. Jika daftar interface Anda cukup banyak dan ingin tampilan yang lebih ringkas, tambahkan opsi -br (brief):

ip -br addr

Opsi ini menampilkan nama interface, status, dan IP address dalam satu baris per interface, sehingga lebih mudah dibaca sekilas.

ip link: Status Interface

Untuk melihat status setiap interface, gunakan ip link.

ip link

Perintah ini menampilkan daftar interface beserta statusnya, apakah sedang aktif (UP) atau tidak (DOWN), tanpa menampilkan informasi IP address. Gunakan ip addr jika Anda juga membutuhkan informasi IP.

ip route: Tabel Routing

Untuk melihat tabel routing, yaitu aturan yang menentukan jalur pengiriman data, gunakan ip route.

ip route

Output perintah ini menunjukkan gateway default dan jaringan yang dapat dijangkau. Baris yang diawali default menunjuk ke gateway yang menjadi pintu keluar utama ke internet. Perintah ini sering disingkat menjadi ip r.

nmcli: NetworkManager Command-Line Interface

NetworkManager adalah manajer jaringan default di Ubuntu 26.04 LTS dan Fedora Workstation 44, baik untuk koneksi kabel maupun nirkabel. nmcli adalah antarmuka baris perintahnya, dan sangat berguna karena mampu menampilkan informasi yang lebih ramah dibaca dibandingkan perintah ip.

nmcli device status

Perintah di atas menampilkan status seluruh perangkat jaringan beserta koneksi yang aktif. Untuk melihat daftar koneksi yang tersimpan, gunakan nmcli connection show. Untuk melihat detail satu koneksi tertentu, termasuk IP, gateway, dan DNS yang sedang dipakai, tambahkan namanya, misalnya nmcli connection show "Wired connection 1".

Memahami konsep jaringan dan cara melihat konfigurasinya adalah langkah awal yang penting. Melalui perintah ip addr, ip link, ip route, dan nmcli, Anda dapat mengetahui kondisi jaringan sistem Anda, mulai dari IP address, status interface, jalur routing, hingga koneksi yang sedang aktif. Pada bab berikutnya, Anda akan mempelajari cara mengonfigurasi jaringan, mulai dari NetworkManager hingga file konfigurasi seperti /etc/hosts dan /etc/resolv.conf.