Mengelola Storage di Desktop

Mengelola Storage di Desktop

Bitnesia Aug 18, 2026 24 EN

Storage adalah tempat data Anda disimpan, dan mengelolanya dengan baik merupakan keterampilan penting bagi pengguna Linux. Baik untuk memeriksa ruang disk, memasang flashdisk, maupun mengatur partisi, Linux menyediakan beragam perintah dan aplikasi grafis. Bab ini membahas cara melihat informasi disk, memasang media yang dapat dilepas, manajemen partisi dasar, serta pengenalan LVM dan Btrfs.

Melihat Informasi Disk

Sebelum mengelola storage, Anda perlu mengetahui kondisi disk yang terpasang di sistem.

lsblk: Daftar Block Device

Perintah lsblk menampilkan seluruh block device seperti hard disk, SSD, dan partisi dalam bentuk pohon.

lsblk

Output-nya menunjukkan nama device, ukuran, dan titik mount, sehingga Anda dapat melihat struktur disk dengan cepat.

fdisk -l: Informasi Partisi

Untuk melihat informasi partisi secara rinci, gunakan fdisk -l.

sudo fdisk -l

Perintah ini menampilkan tabel partisi beserta jenis filesystem pada setiap disk.

df -h: Penggunaan Disk

df menampilkan ruang terpakai dan tersisa pada setiap filesystem. Opsi -h membuat ukurannya mudah dibaca manusia.

df -h

du -sh: Ukuran Direktori

Untuk mengetahui ukuran sebuah direktori, gunakan du.

du -sh /home/anda/Documents

Opsi -s menampilkan ringkasan total, sedangkan -h menampilkan ukuran dalam format yang mudah dibaca.

Disks (GNOME): GUI untuk Manajemen Disk

Jika Anda lebih menyukai antarmuka grafis, aplikasi Disks bawaan GNOME menampilkan seluruh disk beserta partisinya. Dari sana Anda dapat memeriksa informasi disk, mengubah filesystem, dan melakukan operasi dasar lainnya.

Mounting Removable Media

Media yang dapat dilepas seperti flashdisk perlu dipasang (mount) agar isinya dapat diakses.

USB Flashdisk: Otomatis dan Manual

Pada desktop modern, flashdisk biasanya terpasang secara otomatis saat dicolokkan dan muncul di aplikasi Files. Sistem memasangnya di direktori seperti /media/namaanda/. Untuk memasangnya secara manual, gunakan perintah mount.

sudo mount /dev/sdb1 /mnt

Untuk melepasnya, gunakan umount.

sudo umount /mnt

Selalu lepas (umount) media sebelum mencabutnya agar data tidak rusak.

DVD/Optical Drive

DVD dan media optik lainnya juga dipasang dengan cara yang sama. Setelah dimasukkan, media biasanya terpasang otomatis dan dapat diakses melalui Files.

Manajemen Partisi Dasar

Partisi membagi disk menjadi beberapa bagian yang dapat dikelola secara terpisah.

fdisk: Partisi MBR

fdisk adalah tool berbasis teks untuk mengelola partisi MBR, dan sudah terpasang secara bawaan di Ubuntu maupun Fedora. Untuk membuka disk, jalankan:

sudo fdisk /dev/sdb

Di dalam fdisk, Anda dapat mengetik m untuk melihat bantuan, p untuk menampilkan tabel partisi, n untuk membuat partisi baru, dan w untuk menulis perubahan. Berhati-hatilah karena menulis perubahan dapat menghapus data.

gdisk: Partisi GPT

Untuk disk dengan tabel partisi GPT, gunakan gdisk. Berbeda dengan fdisk, gdisk biasanya tidak terpasang secara bawaan, sehingga perlu diinstal terlebih dahulu:

sudo apt install gdisk

Di Fedora, gunakan:

sudo dnf install gdisk

Setelah terpasang, perintah dan alur kerjanya mirip dengan fdisk.

sudo gdisk /dev/sdb

GPT adalah standar modern yang mendukung disk berkapasitas besar dan jumlah partisi yang lebih banyak.

GParted: GUI Partition Editor

GParted adalah editor partisi grafis yang mudah digunakan. Instal dengan sudo apt install gparted di Ubuntu atau sudo dnf install gparted di Fedora, lalu jalankan. GParted memungkinkan Anda membuat, menghapus, mengubah ukuran, dan memindahkan partisi melalui antarmuka visual. Perlu diketahui, dukungan GParted untuk mengubah ukuran (resize) partisi Btrfs masih lebih terbatas dibanding ext4, jadi untuk partisi Btrfs sebaiknya gunakan tool btrfs bawaan atau berhati-hati saat melakukan resize lewat GParted.

Pengenalan Logical Volume Manager (LVM): Konsep

LVM (Logical Volume Manager) adalah lapisan antara partisi fisik dan filesystem yang memberikan fleksibilitas lebih dalam mengelola storage. Alih-alih terpaku pada partisi tetap, LVM memungkinkan Anda membuat logical volume yang dapat diperluas atau diperkecil dengan mudah, bahkan tanpa mematikan sistem.

Konsep utamanya adalah physical volume (disk atau partisi), volume group (kumpulan physical volume), dan logical volume (volume yang dihasilkan dan dipasang sebagai filesystem). LVM banyak dipakai di server, dan Ubuntu serta Fedora mendukungnya pada saat instalasi.

Jika sistem Anda memakai LVM (misalnya karena memilih opsi tersebut saat instalasi), Anda dapat melihat strukturnya tanpa mengubah apa pun dengan perintah berikut:

sudo pvs
sudo vgs
sudo lvs

Ketiga perintah tersebut masing-masing menampilkan ringkasan physical volume, volume group, dan logical volume yang ada di sistem.

Pengenalan Btrfs Subvolume dan Snapshot

Btrfs adalah filesystem modern yang mendukung fitur-fitur canggih seperti subvolume dan snapshot.

  • Subvolume adalah bagian dari filesystem yang dapat dikelola secara terpisah, mirip direktori tetapi dengan kemampuan lebih.
  • Snapshot adalah salinan kondisi filesystem pada suatu waktu, berguna untuk memulihkan sistem jika terjadi masalah.

Fedora Workstation 44 menggunakan Btrfs sebagai filesystem default sejak Fedora 33, dan hal ini masih berlaku hingga sekarang. Saat instalasi standar, Anaconda (installer Fedora) otomatis membuat dua subvolume, yaitu root (dipasang di /) dan home (dipasang di /home), di atas satu pool Btrfs. XFS sendiri tetap tersedia sebagai pilihan manual saat instalasi dan menjadi default untuk Fedora Server, tetapi bukan default pada edisi Workstation yang dibahas di buku ini.

Anda dapat memeriksa apakah sistem Fedora Anda memakai Btrfs beserta subvolume-nya dengan:

findmnt /
sudo btrfs subvolume list /

Perlu dicatat, instalasi Btrfs standar di Fedora tidak otomatis membuat snapshot setiap kali Anda menjalankan dnf update. Untuk mengaktifkan snapshot otomatis sebelum dan sesudah pembaruan sistem (mirip fitur rollback pada openSUSE), Anda perlu memasang dan mengonfigurasi Snapper secara terpisah:

sudo dnf install snapper

Di Ubuntu, filesystem default tetap ext4, dan Btrfs hanya tersedia sebagai opsi eksperimental saat instalasi manual, sehingga materi subvolume dan snapshot pada bagian ini lebih relevan bagi pengguna Fedora.

Mengelola storage di desktop Linux mencakup banyak hal, mulai dari memeriksa ruang disk hingga mengatur partisi dan memahami sistem penyimpanan modern. Setelah Anda menguasai perintah seperti lsblk, df, dan du, serta mengenal LVM dan Btrfs, Anda telah membangun fondasi yang kuat. Pada bab berikutnya, Anda akan mempelajari hardware dan driver untuk memahami perangkat yang bekerja di balik sistem Linux.