Pada bab sebelumnya Anda telah mempelajari konsep pengguna dan grup, termasuk keberadaan pengguna istimewa bernama root. Sekarang tiba saatnya memahami bagaimana seorang pengguna biasa dapat menjalankan tugas administratif secara aman. Bab ini membahas root secara lebih mendalam, alasan Anda tidak disarankan login langsung sebagai root, serta cara memakai perintah sudo untuk memperoleh hak akses administrator secara sementara. Anda juga akan mengenal file konfigurasi sudoers, perbedaan grup sudo di Ubuntu dan grup wheel di Fedora, serta perintah su untuk berpindah pengguna.
Apa Itu Root?
Root adalah akun pengguna dengan UID 0 yang memiliki kuasa penuh dan tanpa batas atas seluruh sistem. Tidak ada file, perintah, atau pengaturan yang terlarang bagi root. Akun ini dapat membaca file apa pun, menghapus apa pun, mengubah konfigurasi sistem, serta menjalankan perintah yang dapat merusak sistem secara permanen. Dalam analogi sehari-hari, root dapat diibaratkan sebagai kunci induk yang membuka semua pintu di sebuah gedung.
Karena kekuasaannya yang tidak terbatas, root tidak dikenai pemeriksaan izin akses yang berlaku bagi pengguna biasa. Inilah mengapa penggunaan root harus selalu dilakukan dengan hati-hati dan penuh kesadaran.
Mengapa Tidak Disarankan Login sebagai Root?
Meski kuat, login langsung sebagai root sangat tidak dianjurkan untuk pekerjaan sehari-hari. Ada beberapa alasan penting di balik anjuran ini.
- Tidak ada pengaman. Ketika Anda bekerja sebagai root, setiap kesalahan ketik dapat berakibat fatal. Sebuah perintah penghapusan yang salah alamat bisa menghapus seluruh sistem tanpa peringatan, karena root tidak ditolak oleh sistem izin apa pun.
- Sulit melacak tanggung jawab. Pada sistem yang dipakai banyak orang, sulit mengetahui siapa yang menjalankan perintah tertentu jika semua orang login sebagai root yang sama.
- Risiko dari aplikasi. Aplikasi grafis yang dijalankan sebagai root membawa risiko lebih besar, sebab jika aplikasi tersebut memiliki celah keamanan, penyerang akan memperoleh akses root secara langsung.
- Prinsip least privilege. Prinsip keamanan ini menyarankan agar setiap orang hanya diberi hak akses minimum yang diperlukan untuk menyelesaikan tugasnya. Bekerja sebagai pengguna biasa lalu meningkatkan hak hanya saat dibutuhkan adalah wujud penerapan prinsip tersebut.
Pendekatan yang lebih aman adalah bekerja sebagai pengguna biasa dan memakai sudo ketika benar-benar membutuhkan hak administratif.
sudo: Menjalankan Perintah sebagai Administrator
sudo adalah singkatan dari superuser do. Perintah ini memungkinkan pengguna biasa menjalankan sebuah perintah dengan hak akses root, tanpa harus login sebagai root. Cukup awali perintah yang ingin dijalankan dengan kata sudo.
sudo apt update
sudo dnf install gimpSaat Anda menjalankan sudo untuk pertama kalinya, sistem akan meminta password Anda sendiri, bukan password root. Setelah berhasil, izin tersebut diingat untuk sementara waktu (secara bawaan sekitar 15 menit), sehingga perintah sudo berikutnya dalam rentang waktu itu tidak perlu meminta password lagi.
Cara Kerja sudo
sudo tidak memberikan kekuasaan root secara permanen, melainkan hanya untuk satu perintah yang menyertainya. Setelah perintah selesai, Anda kembali menjadi pengguna biasa. Sifat sementara ini membuat sudo jauh lebih aman daripada login sebagai root, sekaligus meninggalkan jejak perintah yang dijalankan pada log sistem.
sudo-rs: Implementasi Baru di Ubuntu 26.04 LTS
Mulai Ubuntu 26.04 LTS "Resolute Raccoon", perintah sudo yang Anda jalankan sebenarnya dilayani oleh implementasi baru bernama sudo-rs, yaitu tulisan ulang sudo dalam bahasa Rust yang dirancang untuk menghindari kerentanan keamanan memori yang pernah muncul pada sudo versi C selama puluhan tahun. Secara fungsional, sudo-rs tetap membaca file /etc/sudoers yang sama dan mendukung opsi umum seperti -i, -s, dan -E dengan cara yang sama seperti sebelumnya, sehingga hampir seluruh materi di bab ini tetap berlaku tanpa perubahan.
Ada dua perbedaan tampilan yang mungkin membuat Anda bertanya-tanya saat pertama kali memakainya di Ubuntu 26.04 LTS.
- Prompt password kini berbunyi
[sudo: authenticate] Password:, berbeda dari prompt lama[sudo] password for nama_pengguna:. - Karakter password ditampilkan sebagai tanda bintang (
*) saat Anda mengetik, berbeda darisudoversi lama yang tidak menampilkan apa pun. Perilaku ini bisa dinonaktifkan dengan menambahkan barisDefaults !pwfeedbacklewatvisudobila Anda tidak menginginkannya.
sudo versi klasik (berbasis C) tetap terpasang di Ubuntu 26.04 LTS dengan nama sudo.ws, sehingga Anda tetap bisa beralih kembali kapan saja lewat sudo update-alternatives --set sudo /usr/bin/sudo.ws jika menemui kebutuhan yang belum didukung sudo-rs, misalnya autentikasi sudoers lewat LDAP. Adapun Fedora Workstation 44 pada rilis ini masih memakai sudo versi klasik sebagai bawaan, sehingga tidak ada perbedaan tampilan serupa di Fedora.
Konfigurasi /etc/sudoers dan /etc/sudoers.d/
Aturan tentang siapa yang boleh memakai sudo tersimpan di file /etc/sudoers. File ini sangat sensitif, sehingga Anda tidak boleh mengeditnya dengan editor biasa. Gunakan perintah visudo, yang akan memeriksa kesalahan sintaks sebelum menyimpan perubahan, mencegah sistem terkunci akibat file yang rusak.
sudo visudoSelain file utama, terdapat direktori /etc/sudoers.d/ yang berisi file konfigurasi tambahan. Paket software atau administrator sering menaruh aturannya di sini agar tidak mengubah file utama secara langsung. File-file di direktori ini juga sebaiknya diedit dengan visudo -f /etc/sudoers.d/nama_file agar tetap diperiksa sintaksnya sebelum disimpan.
sudo di Ubuntu: Grup sudo
Di Ubuntu 26.04 LTS, hak memakai sudo diberikan melalui keanggotaan grup sudo. Pengguna pertama yang dibuat saat instalasi otomatis dimasukkan ke grup ini. Untuk memberi hak sudo kepada pengguna lain, tambahkan ia ke grup sudo.
sudo usermod -aG sudo budisudo di Fedora: Grup wheel
Fedora Workstation 44 menggunakan mekanisme serupa, tetapi dengan nama grup yang berbeda, yaitu grup wheel. Sama seperti Ubuntu, pengguna pertama yang dibuat saat instalasi sudah menjadi anggota grup ini. Untuk memberi hak sudo kepada pengguna lain di Fedora, gunakan perintah berikut.
sudo usermod -aG wheel budiBaik grup sudo di Ubuntu maupun grup wheel di Fedora pada dasarnya menjalankan fungsi yang sama, hanya berbeda penamaan warisan dari tradisi masing-masing keluarga distribusi. Setelah menambahkan pengguna ke salah satu grup tersebut, ia perlu logout lalu login kembali (atau membuka sesi terminal baru) agar keanggotaan grup barunya dikenali sistem.
su: Berpindah Pengguna
Selain sudo, terdapat perintah su yang merupakan singkatan dari switch user atau substitute user. Perintah ini digunakan untuk berpindah ke akun pengguna lain. Tanpa argumen, su akan berpindah ke akun root, sedangkan dengan nama pengguna, Anda dapat berpindah ke akun tersebut.
su -
su - budiTanda hubung (-) setelah su berguna untuk memuat lingkungan pengguna tujuan secara penuh, termasuk direktori home dan variabel lingkungannya. Tanpa tanda hubung, Anda hanya berpindah identitas tetapi tetap berada di lingkungan pengguna sebelumnya.
Perbedaan penting antara su dan sudo terletak pada kata sandi yang diminta. sudo meminta password Anda sendiri, sedangkan su meminta password akun tujuan. Karena itulah sudo lebih lazim dipakai pada distribusi desktop modern, sebab administrator tidak perlu membagikan password root kepada banyak orang. Perlu dicatat, perintah su yang Anda pakai di Ubuntu 26.04 LTS maupun Fedora Workstation 44 tetap memakai implementasi lama (dari paket util-linux) meski sudo sudah berganti ke sudo-rs, sehingga perilaku su yang dijelaskan di atas tidak berubah.
Memahami root, sudo, dan su adalah kunci untuk bekerja secara aman dan bertanggung jawab di Linux. Sesuai prinsip least privilege, Anda menjalankan aktivitas sehari-hari sebagai pengguna biasa dan hanya meningkatkan hak akses melalui sudo ketika diperlukan. Bekal ini akan langsung terpakai pada bab berikutnya, ketika Anda mempelajari izin baca, tulis, dan eksekusi pada file serta cara mengubah kepemilikan dan permission sebuah file.

