Sejarah dan Filosofi Linux

Sejarah dan Filosofi Linux

Bitnesia Apr 19, 2026 30 EN

Memahami Linux secara mendalam tidak hanya mencakup cara penggunaannya, tetapi juga alasan keberadaan serta cara kerjanya. Hal ini memerlukan penelusuran sejarah ke masa lalu. Linux tidak lahir dari kekosongan. Sistem ini merupakan produk dari serangkaian peristiwa, keputusan ideologis, serta kolaborasi global yang berlangsung selama lebih dari lima puluh tahun. Kisah Linux dimulai jauh sebelum Linus Torvalds menulis satu baris kode pun, tepatnya di koridor Bell Laboratories pada akhir 1960-an.

Asal-usul UNIX

Bell Labs dan Proyek Multics

Komputer pada pertengahan 1960-an merupakan mesin mahal dan besar yang dioperasikan secara batch. Program dimasukkan dalam bentuk kartu berlubang (punch card), dijalankan satu per satu, dan hasilnya baru dapat dilihat beberapa jam atau bahkan hari kemudian. Interaktivitas antara manusia dan mesin hampir tidak tersedia.

Sebuah konsorsium ambisius terbentuk untuk mengubah cara ini, yaitu Multics (Multiplexed Information and Computing Service). Proyek ini melibatkan MIT, General Electric, dan Bell Laboratories (divisi riset AT&T), dengan tujuan membangun sistem time-sharing, sebuah sistem operasi yang bisa digunakan secara bersamaan oleh banyak pengguna sekaligus secara interaktif.

Multics sangat ambisius, namun proyek ini mulai kewalahan oleh kompleksitasnya sendiri. Bell Labs akhirnya menarik diri dari konsorsium tersebut pada 1969.

Ken Thompson, Dennis Ritchie, dan Lahirnya UNIX

Dua insinyur yang terlibat dalam Multics di Bell Labs, Ken Thompson dan Dennis Ritchie, tidak melupakan ide time-sharing begitu saja. Mereka justru mengambil pelajaran dari kegagalan Multics bahwa sistem yang baik harus sederhana, modular, dan elegan.

Ken Thompson mulai menulis sistem operasi baru yang jauh lebih sederhana menggunakan komputer PDP-7 yang sudah tidak terpakai di sudut laboratorium. Ia memiliki tiga target pengerjaan, yakni menulis OS, membuat shell, dan membuat editor yang masing-masing diselesaikan dalam satu minggu. Nama sistem baru tersebut adalah UNICS (Uniplexed Information and Computing Service) yang sebagian merupakan lelucon terhadap Multics, kemudian nama tersebut kemudian disederhanakan menjadi UNIX.

Awalnya UNIX ditulis dalam bahasa assembly. Dennis Ritchie kemudian menciptakan bahasa pemrograman C pada 1972, sebuah bahasa tingkat tinggi yang tetap bisa mengakses hardware secara langsung. UNIX ditulis ulang dalam C sehingga menjadikannya salah satu OS pertama yang portable karena dapat dikompilasi dan dijalankan di berbagai arsitektur hardware yang berbeda, bukan hanya satu jenis mesin tertentu.

Keputusan untuk menulis OS dalam bahasa C adalah salah satu keputusan paling berpengaruh dalam sejarah komputasi. Hampir semua OS modern, termasuk Linux, Windows, dan macOS, hingga hari ini masih ditulis sebagian besar dalam C dan C++.

Filosofi UNIX

Selain aspek teknis, UNIX juga membawa filosofi rekayasa perangkat lunak yang berpengaruh besar. Doug McIlroy, salah satu kontributor UNIX, merangkumnya sebagai berikut:

"Write programs that do one thing and do it well. Write programs to work together. Write programs to handle text streams, because that is a universal interface."

Prinsip ini dikenal sebagai UNIX philosophy dan menjadi fondasi bagaimana command-line tools di Linux dirancang hingga hari ini. Perintah ls hanya menampilkan isi direktori, grep hanya mencari teks, dan sort hanya mengurutkan, namun ketiganya bisa disambungkan dengan pipe (|) untuk melakukan tugas yang jauh lebih kompleks.

Penyebaran UNIX dan Masalah Lisensi

AT&T mendistribusikan UNIX ke universitas-universitas dengan biaya nominal pada awal 1970-an, termasuk menyertakan source code di dalamnya. Hal ini memungkinkan komunitas akademik untuk mempelajari, memodifikasi, dan mengembangkan UNIX lebih jauh.

Salah satu hasil paling penting dari distribusi ini adalah BSD (Berkeley Software Distribution) yang dikembangkan di University of California, Berkeley, mulai 1977. BSD menambahkan banyak fitur baru ke UNIX, termasuk implementasi awal dari protokol jaringan TCP/IP yang menjadi fondasi internet modern.

AT&T mulai memperketat lisensi UNIX seiring berjalannya waktu. USL (Unix System Laboratories) sebagai anak perusahaannya mulai mengkomersialkan UNIX secara serius setelah monopoli AT&T dipecah oleh pemerintah AS pada 1984. Harga lisensi melonjak drastis dan penggunaan UNIX di universitas menjadi semakin terbatas.

Pertanyaan muncul mengenai nasib komunitas yang sudah bergantung pada UNIX. Komunitas mempertanyakan bagaimana seseorang bisa belajar, bereksperimen, dan membangun di atas UNIX jika source code terkunci di balik lisensi mahal. Richard Stallman kemudian memasuki panggung sejarah pada titik ini.

unix-family-tree.webp

Proyek GNU dan Richard Stallman

Insiden Printer Xerox dan Momen Pencerahan

Richard M. Stallman (sering dipanggil RMS) adalah seorang programmer brilian yang bekerja di MIT Artificial Intelligence Laboratory pada awal 1980-an. Lab ini dikenal sebagai salah satu pusat hacker terbaik di dunia dalam arti original, yaitu orang yang menikmati eksplorasi mendalam dan pemecahan masalah dengan cara kreatif.

Sebuah kejadian kecil mengubah arah hidup Stallman selamanya pada sekitar tahun 1980. Laboratorium menerima printer baru model Xerox 9700 yang memiliki masalah teknis, yaitu kertas sering tersangkut dan tidak ada mekanisme untuk memberi tahu pengguna di lantai lain bahwa pekerjaan print mereka terhenti. Stallman ingin memodifikasi software printer agar bisa mengirim notifikasi ke pengguna ketika kertas tersangkut, sebuah tugas yang menurutnya mudah dilakukan.

Xerox menolak memberikan source code printer tersebut ketika Stallman memintanya karena source code merupakan rahasia dagang. Stallman tidak bisa memodifikasi perangkat yang sudah ada di tangannya sendiri.

Masalah ini bukan sekadar frustrasi teknis bagi Stallman, melainkan masalah etis yang fundamental. Ia mempertanyakan hak pengguna dalam memahami serta memodifikasi perangkat lunak yang mereka gunakan, serta bagaimana seseorang bisa memiliki komputer namun tidak bisa mengendalikan software di dalamnya.

GNU Manifesto dan Free Software Foundation

Stallman mengumumkan proyeknya di mailing list net.unix-wizards pada 27 September 1983:

"Starting this Thanksgiving I am going to write a complete Unix-compatible software system called GNU (for Gnu's Not Unix), and give it away free to everyone who can use it."

GNU adalah singkatan rekursif dari GNU's Not Unix yang merupakan permainan kata khas di kalangan hacker. Tujuannya adalah membuat sistem operasi yang sepenuhnya bebas (free) dan kompatibel dengan UNIX dari awal tanpa menggunakan satu baris pun kode dari UNIX asli milik AT&T.

Stallman mempublikasikan GNU Manifesto pada 1985, sebuah dokumen yang menjelaskan alasan dan visi di balik proyek GNU. Dokumen ini menjadi salah satu teks paling berpengaruh dalam sejarah komputasi. Ia mendirikan Free Software Foundation (FSF) pada tahun yang sama sebagai organisasi nirlaba untuk mendukung pengembangan free software.

Stallman merumuskan makna free dalam konteks perangkat lunak bukan sebagai gratis secara harga (free as in free beer), melainkan bebas secara kebebasan (free as in freedom).

Empat Kebebasan Esensial

FSF mendefinisikan free software sebagai perangkat lunak yang memberikan penggunanya empat kebebasan esensial:

  • Kebebasan 0: Kebebasan untuk menjalankan program untuk tujuan apa pun.
  • Kebebasan 1: Kebebasan untuk mempelajari cara kerja program dan memodifikasinya sesuai kebutuhan melalui akses ke source code.
  • Kebebasan 2: Kebebasan untuk mendistribusikan salinan program kepada orang lain.
  • Kebebasan 3: Kebebasan untuk mendistribusikan versi yang telah dimodifikasi kepada orang lain.

Penomoran dimulai dari 0 karena mengikuti cara berpikir programmer.

four-freedoms-free-software.webp

Proyek GNU dan Hasilnya

Tim GNU menghasilkan banyak komponen penting dari sistem operasi sepanjang 1980-an:

  • GNU Emacs (1985): text editor yang sangat extensible dan masih aktif digunakan hingga saat ini.
  • GCC (GNU Compiler Collection, 1987): compiler untuk C, C++, Fortran, dan bahasa lainnya yang menjadi compiler utama di Linux.
  • GNU Bash (Bourne Again Shell, 1989): shell default di hampir semua distribusi Linux.
  • GNU Make: build automation tool.
  • GNU Coreutils: kumpulan perintah dasar seperti ls, cp, mv, rm, cat, echo, dan lainnya.
  • GNU libc (glibc): C standard library yang merupakan lapisan fundamental bagi hampir semua program Linux.

Satu komponen krusial yang belum selesai adalah kernel. Proyek GNU sedang mengembangkan kernel sendiri yang disebut GNU Hurd, namun pengerjaan Hurd terbukti sangat sulit secara teknis dan tidak pernah menjadi sistem yang stabil untuk penggunaan umum hingga hari ini.

Proyek GNU memiliki hampir semua komponen untuk sebuah OS yang lengkap pada awal 1990-an, kecuali kernel yang berfungsi.

Lahirnya Linux — Linus Torvalds dan Kernel Pertama (1991)

Linus Benedict Torvalds

Linus Benedict Torvalds lahir pada 28 Desember 1969 di Helsinki, Finlandia. Ia mengenal komputer pertama kali melalui Commodore VIC-20 milik kakeknya, Leo Törnqvist, yang memicu kecintaannya pada pemrograman.

Torvalds mengambil jurusan ilmu komputer di Universitas Helsinki. Ia berkenalan dengan MINIX pada 1990 sebagai bagian dari kuliahnya. MINIX merupakan sistem operasi mini berbasis UNIX yang dibuat oleh profesor Andrew S. Tanenbaum untuk keperluan pendidikan. MINIX dirancang untuk mengajarkan konsep OS kepada mahasiswa, namun lisensinya terbatas karena tidak bisa dimodifikasi secara bebas dan didistribusikan ulang.

Torvalds memutuskan untuk menulis sendiri sistem operasinya setelah merasa frustrasi dengan keterbatasan MINIX saat menjalankannya di komputer IBM PC dengan prosesor Intel 80386 miliknya. Ia menggunakan pengetahuan dari kuliah dan spesifikasi teknis prosesor 386 dalam proses penulisan tersebut.

Pengumuman Bersejarah: 25 Agustus 1991

Torvalds memposting pesan singkat di mailing list comp.os.minix pada 25 Agustus 1991:

"Hello everybody out there using minix - I'm doing a (free) operating system (just a hobby, won't be big and professional like gnu) for 386(486) AT clones. This has been brewing since april, and is starting to get ready. I'd like any feedback on things people like/dislike in minix, as my OS resembles it somewhat (same physical layout of the file-system (due to practical reasons) among other things). I've currently ported bash(1.08) and gcc(1.40), and things seem to work. This implies that I'll get something practical within a few months, and I'd like to know what features most people would want. Any suggestions are welcome, but I won't promise I'll implement them :-)

Linus ([email protected])"

Torvalds menyebut proyeknya sebagai hobi yang tidak akan menjadi besar dan profesional, sebuah perkiraan yang terbukti salah secara signifikan. Ia juga sudah berhasil menjalankan Bash dan GCC yang berarti ia telah mengintegrasikan tools GNU ke dalam sistemnya.

Versi 0.01 dan Evolusi Awal

Torvalds merilis Linux versi 0.01 ke publik melalui FTP server di Helsinki pada 17 September 1991. Rilis ini belum sempurna karena kernel masih sangat minimal, hanya mendukung prosesor Intel 386, dan membutuhkan komponen MINIX untuk berjalan. Namun, source code sudah tersedia dan dapat diunduh oleh siapa saja.

Komunitas memberikan respons yang luar biasa. Programmer dari seluruh dunia mulai mengunduh, mencoba, melaporkan bug, dan mengirimkan patch. Torvalds merilis versi baru dengan cepat berdasarkan masukan tersebut.

Tonggak penting dalam perkembangan awal kernel Linux adalah sebagai berikut:

VersiTanggalCatatan
0.0117 Sep 1991Rilis pertama yang sangat minimal
0.025 Okt 1991Rilis publik pertama yang lebih lengkap
0.11Des 1991Versi self-host (Linux bisa dikompilasi di atas Linux)
0.95Mar 1992Pertama kali menjalankan X Window System
1.014 Mar 1994Pertama kali dinyatakan stabil dengan dukungan IPv4 dan jaringan
1.2Mar 1995Dukungan multi-arsitektur pertama (Alpha, SPARC, MIPS)
2.0Jun 1996Dukungan multiprocessor (SMP)
linux-kernel-releases.webp

Keputusan Penting: Mengadopsi Lisensi GPL

Torvalds awalnya menggunakan lisensi buatannya sendiri yang melarang penggunaan komersial. Ia kemudian mengubah lisensi Linux menjadi GNU General Public License (GPL) versi 2 pada Januari 1992.

Keputusan ini terbukti sangat krusial karena lisensi GPL memungkinkan siapa pun untuk menggunakan, memodifikasi, dan mendistribusikan Linux secara bebas, termasuk secara komersial, selama mereka mendistribusikan source code dari perubahan yang dibuat. Hal ini membuka partisipasi luas dari komunitas dan perusahaan.

Penggunaan GPL membuat Linux bisa secara legal menggunakan semua tools GNU yang sudah tersedia. Gabungan antara kernel Linux dan GNU tools menciptakan sebuah sistem operasi yang lengkap.

Nama Linux dan Maskot Tux

Dari Freax ke Linux

Torvalds awalnya menyebut proyeknya sebagai Freax yang merupakan gabungan dari free, freak, dan x (mengacu pada UNIX). Nama ini sempat digunakan di dalam kode sumber awal.

Administrator server Universitas Helsinki, Ari Lemmke, perlu memberi nama direktori untuk file-file source code yang diunggah Torvalds. Ia tidak menyukai nama Freax dan membuat direktori bernama linux tanpa berdiskusi dengan Torvalds. Nama tersebut merupakan kombinasi dari Linus dan UNIX.

Torvalds awalnya merasa nama tersebut terlalu menonjolkan namanya sendiri, namun nama Linux sudah terlanjur melekat dan menyebar di komunitas sehingga akhirnya ia menerimanya.

Maskot Tux: Penguin yang Ramah

Torvalds memutuskan bahwa Linux memerlukan sebuah maskot pada 1996. Ia mengusulkan penguin sebagai maskot karena pernah digigit oleh penguin kecil di kebun binatang Canberra, Australia, saat menghadiri konferensi.

Larry Ewing mendesain karakter penguin yang gemuk dan duduk santai menggunakan program open source GIMP. Karakter ini diberi nama Tux. Nama Tux memiliki beberapa interpretasi, yakni akronim dari Torvalds' Unix, singkatan dari tuxedo karena corak warnanya, atau campuran keduanya.

Tux tetap menjadi maskot resmi Linux dan ikon yang sangat dikenal dalam dunia open source hingga saat ini.

Debat GNU/Linux

Posisi Richard Stallman

Richard Stallman merasa kurang nyaman ketika sistem yang dipadukan dengan tools GNU pada awal 1990-an hanya disebut sebagai Linux tanpa menyertakan GNU.

Stallman berargumen bahwa kernel Linux hanyalah satu komponen dari OS, sedangkan komponen terbesarnya seperti utilitas sistem, shell, compiler, dan library adalah produk proyek GNU. Menurutnya, menyebut sistem tersebut hanya Linux sama dengan menghapus kontribusi besar proyek GNU. Stallman secara konsisten menggunakan istilah GNU/Linux dan meminta pihak lain melakukan hal yang sama.

Posisi Linus Torvalds

Torvalds tidak setuju dengan masalah penamaan ini karena menurutnya orang-orang sudah terbiasa menyebutnya Linux dan sudah memahami maksudnya. Ia berpendapat bahwa tidak realistis jika harus menyertakan semua nama kontributor penting, seperti Intel atau penulis TCP/IP stack, ke dalam nama OS.

Situasi Saat Ini

Perdebatan ini masih berlangsung tanpa penyelesaian yang mutlak. Istilah Linux digunakan secara luas oleh komunitas umum, media, dan perusahaan. Istilah GNU/Linux digunakan oleh FSF dan komunitas free software yang lebih mengedepankan aspek ideologis. Beberapa proyek seperti Debian secara eksplisit menggunakan nama Debian GNU/Linux dalam dokumentasinya.

Sebagai pengguna Linux, mengetahui perdebatan ini penting bukan untuk memilih "kubu" yang benar, melainkan untuk memahami bahwa Linux yang kita gunakan hari ini adalah produk dari dua proyek besar yang saling melengkapi dan kedua kontribusi itu layak dihargai.

gnu-linux-relationship.webp

Filosofi Open Source dan Free Software

Dua Mazhab dengan Satu Tujuan

Muncul perdebatan mengenai strategi dan penyajian konsep Linux saat popularitasnya meningkat pada pertengahan 1990-an. Stallman dan FSF fokus pada kebebasan (freedom) sebagai masalah etis dan sosial. Perangkat lunak proprietary dianggap tidak etis karena membatasi kebebasan pengguna.

Eric S. Raymond dan Bruce Perens memprakarsai gerakan open source pada 1998 dengan istilah yang lebih pragmatis agar lebih mudah diterima oleh kalangan bisnis. Fokus open source adalah pada manfaat teknis dan praktis, yaitu kode yang terbuka lebih mudah diaudit, lebih aman, dan berkualitas tinggi.

Eric Raymond menjelaskan model pengembangan ini dalam esai The Cathedral and the Bazaar (1997):

  • Katedral (Cathedral): Model pengembangan tertutup oleh sekelompok kecil ahli, seperti cara Microsoft membangun Windows.
  • Pasar (Bazaar): Model pengembangan terbuka dan paralel oleh ribuan orang, seperti cara Linux dikembangkan.

Hukum Linus (Linus's Law) menyatakan bahwa keberadaan banyak orang yang melihat kode akan membuat hampir semua bug lebih mudah ditemukan dan diperbaiki.

cathedral-bazaar.webp

Persamaan dan Perbedaan

AspekFree Software (FSF)Open Source (OSI)
Fokus utamaKebebasan penggunaKualitas dan praktikalitas kode
Dasar argumentasiEtika dan hak asasiPragmatisme dan bisnis
Sikap terhadap proprietaryDitolak secara moralNetral, bisa berkolaborasi

Kedua aliran ini mendukung perangkat lunak yang source code-nya bisa diakses, dipelajari, dimodifikasi, dan didistribusikan. Istilah FOSS (Free and Open Source Software) sering digunakan sebagai jalan tengah.

Lisensi GPL

Apa Itu Copyleft?

Stallman merancang mekanisme copyleft untuk memastikan free software tetap bebas selamanya. Copyleft menggunakan hak cipta bukan untuk membatasi, melainkan untuk menjamin kebebasan penggunaan kode tersebut agar tidak bisa diubah menjadi produk proprietary tertutup oleh pihak lain.

GNU General Public License (GPL)

GPL mengharuskan siapa pun yang mendistribusikan program dengan kode berlisensi GPL untuk tetap menyertakan source code di bawah lisensi yang sama. Sifat ini sering disebut viral karena lisensi tersebut menular ke seluruh codebase yang mengandung kode GPL.

Kernel Linux menggunakan GPL versi 2. Ini berarti:

  • Perusahaan boleh menjual distribusi Linux (Red Hat, Canonical, SUSE melakukan ini).
  • Perusahaan boleh memodifikasi kernel Linux untuk produk mereka (Android, berbagai perangkat embedded).
  • Namun mereka harus merilis perubahan yang mereka buat pada kernel tersebut ke publik.
linux-gplv2.webp

Lisensi-lisensi Lain dalam Ekosistem Linux

Selain GPL, ekosistem Linux menggunakan berbagai lisensi open source lain:

  • LGPL (Lesser GPL): versi GPL yang lebih permisif untuk library, memungkinkan program proprietary menggunakan library LGPL tanpa harus menjadi open source.
  • MIT License: lisensi sangat permisif yang hampir tidak memiliki batasan, termasuk boleh digunakan dalam perangkat lunak proprietary.
  • Apache License 2.0: lisensi permisif yang juga menyertakan ketentuan tentang patent.
  • BSD License: keluarga lisensi permisif yang serupa dengan MIT.

Komunitas dan Kolaborasi

Model Pengembangan Terdistribusi

Kernel Linux dikembangkan menggunakan model yang belum pernah ada sebelumnya dalam sejarah rekayasa perangkat lunak. Ribuan orang dari berbagai negara, bekerja untuk perusahaan yang berbeda-beda (atau secara sukarela), berkolaborasi secara asynchronous melalui internet untuk membangun satu sistem yang koheren.

Menurut laporan Linux Kernel Development dari Linux Foundation:

  • Sejak 2005 (ketika sistem version control Git mulai digunakan), lebih dari 15.600 developer dari lebih dari 1.400 perusahaan berbeda telah berkontribusi pada kernel Linux.
  • Rata-rata ada sekitar 8,5 perubahan kode yang diintegrasikan ke kernel setiap jam, atau lebih dari 200 perubahan per hari—angka ini terus meningkat dari periode ke periode seiring bertambahnya jumlah kontributor.
  • Perusahaan-perusahaan yang membayar full-time developer untuk berkontribusi ke kernel Linux antara lain: Intel, Red Hat, Linaro, IBM, Samsung, SUSE, Google, AMD, dan banyak lainnya.

Linux adalah proyek perangkat lunak terbesar dan paling aktif yang pernah ada di muka bumi.

Git: Alat Kolaborasi yang Lahir dari Kebutuhan Linux

Sebelum 2005, proyek Linux menggunakan sistem version control proprietary bernama BitKeeper. Ketika hubungan antara komunitas Linux dan perusahaan pembuat BitKeeper memburuk dan aksesnya dicabut, Linus Torvalds dalam waktu sekitar dua minggu merancang dan mengimplementasikan sistem version control baru yang ia sebut Git.

Git dirancang untuk menangani skala pengembangan Linux: ribuan patch per bulan, ribuan kontributor, history yang kompleks, dan kemampuan untuk bekerja secara distributed tanpa satu server pusat. Git kini menjadi sistem version control yang paling banyak digunakan di dunia, dan platform seperti GitHub, GitLab, dan Bitbucket dibangun di atasnya.

Peran Linux Foundation

Linux Foundation dibentuk pada 2007 untuk mendukung pengembangan kernel, mensponsori Linus Torvalds, mengelola merek dagang Linux, dan mendukung berbagai proyek open source lainnya.

Distribusi Linux: Bentuk Konkret Komunitas

Muncul ratusan distribusi Linux yang mengemas kernel dengan komponen pilihan sesuai kebutuhan pengguna. Ada distribusi yang dikelola perusahaan seperti Ubuntu dan Red Hat, serta yang dikelola komunitas sukarela seperti Debian dan Arch Linux.

Ringkasan

  1. UNIX lahir di Bell Labs pada 1969 sebagai sistem operasi sederhana, elegan, dan portable yang ditulis dalam bahasa C.
  2. Proyek GNU (1983) meletakkan landasan ideologis bahwa perangkat lunak harus bebas dan menyediakan tools esensial bagi sistem Linux.
  3. Linus Torvalds menulis kernel Linux (1991) dan mengadopsi lisensi GPL yang memicu kolaborasi global.
  4. Nama Linux dan maskot Tux menjadi identitas visual yang diakui dunia.
  5. Filosofi open source dan free software memastikan transparansi dan kualitas kode melalui keterbukaan source code.

Bab berikutnya akan membahas anatomi sistem Linux secara teknis, mulai dari kernel hingga lingkungan desktop (desktop environment).