Troubleshooting Jaringan Dasar

Troubleshooting Jaringan Dasar

Bitnesia Aug 17, 2026 22 EN

Ketika koneksi internet bermasalah, kemampuan mendiagnosis penyebabnya adalah keterampilan yang sangat berguna. Linux menyediakan beragam perintah untuk menguji konektivitas, memeriksa DNS, menguji layanan web, melihat koneksi aktif, dan mengelola firewall. Bab ini membekali Anda dengan langkah-langkah troubleshooting jaringan dasar menggunakan perintah-perintah tersebut di Ubuntu 26.04 LTS dan Fedora Workstation 44.

Pendekatan Sistematis: Dari Bawah ke Atas

Alih-alih menebak-nebak, troubleshooting jaringan paling efektif dilakukan secara bertahap, dari lapisan yang paling dekat dengan perangkat keras hingga ke layanan yang paling jauh di internet. Urutan berikut ini menjadi kerangka kerja yang akan Anda pakai sepanjang bab ini.

  1. Periksa apakah interface jaringan aktif, menggunakan ip link atau nmcli device status (dibahas pada Bab 31).
  2. Periksa apakah interface memiliki IP address dan gateway yang benar, menggunakan ip addr dan ip route.
  3. Uji konektivitas dasar ke jaringan lokal maupun internet, menggunakan ping dan tracepath.
  4. Periksa apakah resolusi DNS berfungsi, menggunakan dig, host, atau resolvectl.
  5. Uji layanan spesifik seperti web server, menggunakan curl atau wget.
  6. Terakhir, pastikan firewall tidak memblokir koneksi yang seharusnya diizinkan.

Dengan kerangka ini, jika langkah pertama gagal, Anda tidak perlu membuang waktu memeriksa DNS atau firewall terlebih dahulu.

Menguji Konektivitas

Langkah pertama dalam troubleshooting adalah memastikan komputer Anda dapat menjangkau perangkat lain di jaringan atau di internet.

ping: Test Reachability

Perintah ping mengirim paket kecil (ICMP echo request) ke alamat tujuan dan menunggu balasannya untuk menguji apakah tujuan dapat dijangkau.

ping example.com

Perintah ini terus berjalan hingga Anda menekan Ctrl+C. Untuk mengirim sejumlah paket tertentu, gunakan opsi -c.

ping -c 4 example.com

Jika Anda menerima balasan, konektivitas dasar berfungsi. Jika tidak ada balasan, masalah bisa berada pada koneksi, tujuan, atau firewall. Perlu diingat, sebagian server atau jaringan sengaja memblokir ICMP sebagai kebijakan keamanan, sehingga tidak ada balasan ping tidak selalu berarti server benar-benar mati. Dalam kasus seperti ini, lanjutkan pengujian dengan curl atau dig untuk memastikan.

traceroute / tracepath: Jalur Paket ke Tujuan

Untuk melihat jalur yang dilalui paket menuju tujuan, gunakan traceroute atau tracepath.

tracepath example.com

Perintah ini menampilkan setiap router yang dilalui paket. tracepath tersedia hampir di semua sistem, sedangkan traceroute mungkin perlu diinstal terlebih dahulu melalui sudo apt install traceroute atau sudo dnf install traceroute.

mtr: Kombinasi ping dan traceroute

mtr (My Traceroute) menggabungkan fungsi ping dan traceroute dalam satu tampilan yang terus diperbarui secara real-time, menunjukkan latensi dan packet loss di setiap hop menuju tujuan. Alat ini perlu diinstal terlebih dahulu.

sudo apt install mtr-tiny   # Ubuntu
sudo dnf install mtr        # Fedora

Setelah terpasang, jalankan dengan:

mtr example.com

Tampilan mtr memperbarui statistik secara terus-menerus sampai Anda menekan q untuk keluar, sehingga sangat berguna untuk mendiagnosis koneksi yang tidak stabil atau lambat pada hop tertentu.

Informasi DNS

Masalah jaringan sering kali disebabkan oleh kegagalan resolusi DNS. Beberapa perintah membantu Anda memeriksanya.

nslookup dan dig: Query DNS

nslookup dan dig digunakan untuk menanyakan informasi DNS dari sebuah domain.

nslookup example.com
dig example.com

dig menampilkan informasi yang lebih lengkap dan banyak digunakan untuk diagnosis lanjutan. Jika Anda hanya membutuhkan IP address tanpa detail lain, gunakan opsi +short.

dig +short example.com

host: Pencarian DNS Sederhana

host adalah perintah ringkas untuk mencari informasi DNS dasar.

host example.com

Perintah ini menampilkan IP address yang terkait dengan sebuah domain.

resolvectl: DNS via systemd-resolved

Ubuntu 26.04 LTS dan Fedora Workstation 44 sama-sama menjalankan systemd-resolved sebagai resolver DNS, seperti yang disinggung pada Bab 32 saat membahas /etc/resolv.conf. Perintah resolvectl memberi Anda cara langsung untuk memeriksa status resolver ini, tanpa melalui nslookup atau dig.

resolvectl status

Perintah ini menampilkan server DNS yang sedang dipakai per-interface, termasuk apakah DNSSEC dan DNS over TLS aktif. Untuk menguji resolusi sebuah domain langsung melalui systemd-resolved:

resolvectl query example.com

Jika resolvectl status menunjukkan tidak ada server DNS yang terdaftar, ini pertanda kuat bahwa masalah konektivitas Anda berasal dari resolusi nama domain, bukan dari jaringan itu sendiri.

curl dan wget: Download File dan Test HTTP

curl dan wget berguna untuk mengunduh file maupun menguji koneksi HTTP.

curl -I https://example.com

Opsi -I pada curl hanya mengambil header respons HTTP, berguna untuk memeriksa apakah server web dapat dijangkau dan status HTTP yang dikembalikan (misalnya 200 OK atau 404 Not Found). Jika Anda perlu melihat proses koneksi secara lebih rinci, tambahkan opsi -v (verbose).

curl -v https://example.com
wget https://example.com

wget mengunduh file dari URL yang diberikan. Keduanya membantu memastikan layanan web yang Anda tuju berfungsi.

ss: Melihat Socket dan Koneksi Aktif

ss adalah pengganti netstat (perintah lama yang berasal dari paket net-tools dan kini tidak lagi terpasang secara bawaan) untuk menampilkan socket dan koneksi jaringan yang aktif di sistem Anda.

ss -tuln

Opsi -t menampilkan koneksi TCP, -u menampilkan UDP, -l menampilkan socket yang sedang mendengarkan, dan -n menampilkan angka alih-alih nama. Perintah ini berguna untuk melihat layanan apa saja yang sedang berjalan dan mendengarkan di port tertentu. Untuk mengetahui proses (program) mana yang memakai sebuah port, tambahkan opsi -p dan jalankan dengan sudo.

sudo ss -tulnp

Firewall di Desktop

Firewall mengontrol lalu lintas jaringan yang masuk dan keluar. Ubuntu dan Fedora masing-masing menggunakan tool firewall yang berbeda.

UFW (Uncomplicated Firewall) di Ubuntu

Ubuntu menyediakan UFW sebagai antarmuka sederhana untuk mengelola firewall. Untuk memeriksa statusnya, gunakan:

sudo ufw status

Untuk mengaktifkan atau menonaktifkan firewall, gunakan enable dan disable.

sudo ufw enable
sudo ufw disable

Untuk mengizinkan koneksi pada port tertentu, misalnya SSH pada port 22:

sudo ufw allow 22

firewalld di Fedora

Fedora menggunakan firewalld, yang bekerja dengan konsep zone. Untuk memeriksa statusnya:

sudo firewall-cmd --state

Untuk melihat aturan pada zone aktif:

sudo firewall-cmd --list-all

Untuk mengizinkan koneksi pada port tertentu, misalnya SSH pada port 22, gunakan opsi --add-port dengan --permanent agar aturan tetap berlaku setelah reboot, kemudian muat ulang konfigurasinya dengan --reload.

sudo firewall-cmd --add-port=22/tcp --permanent
sudo firewall-cmd --reload

Tanpa opsi --permanent, aturan yang ditambahkan hanya berlaku sementara pada konfigurasi runtime dan akan hilang setelah firewalld dimuat ulang atau sistem di-reboot. Konfigurasi firewalld juga dapat dilakukan melalui antarmuka grafis, yaitu aplikasi Firewall yang tersedia di Settings.

Konfigurasi Dasar via GUI dan Terminal

Kedua firewall dapat dikelola melalui terminal seperti contoh di atas. Selain itu, Ubuntu menyediakan GUFW, antarmuka grafis untuk UFW, sementara Fedora menyediakan aplikasi Firewall pada Settings. Untuk pengguna pemula, antarmuka grafis lebih mudah, tetapi memahami perintah dasar memberi Anda kontrol penuh.

Troubleshooting jaringan adalah proses bertahap, dari menguji konektivitas, memeriksa DNS, menguji layanan, hingga memeriksa firewall. Melalui perintah seperti ping, tracepath, mtr, dig, resolvectl, curl, dan ss, Anda dapat melacak sumber masalah secara sistematis, lapis demi lapis. Menguasai perintah-perintah ini akan membuat Anda lebih percaya diri dalam menangani masalah jaringan sehari-hari di Linux.