Python adalah salah satu bahasa pemrograman paling populer yang digunakan untuk pengembangan aplikasi web, data science, kecerdasan buatan, hingga otomasi sistem. Agar dapat memulai pemrograman dengan Python di Ubuntu, kita perlu menyiapkan development environment yang memudahkan proses penulisan, pengujian, dan pengelolaan paket. Artikel ini akan membahas langkah-langkah setup Python, virtual environment, editor Visual Studio Code, serta uji coba sederhana dengan membuat aplikasi Python pertama.
1. Install Python
Secara default Python sudah terinstal di distro Linux, termasuk Ubuntu. Yang perlu diinstal yaitu pip (Python package manager) dan virtualenv (virtual environment):
sudo apt install python3 python3-pip python3-dev virtualenv -yCek versi Python dan pip yang terpasang untuk verifikasi hasil instalasi:
python3 --version
pip3 --version
virtualenv --version2. Install Git
Git adalah sistem kontrol versi yang wajib untuk developer agar bisa menyimpan perubahan kode, bekerja dalam tim, dan sinkron dengan repository online (misalnya GitHub atau GitLab).
Instalasi Git:
sudo apt install git -yCek versi Git:
git --versionKonfigurasi awal Git, tambahkan identitas global:
git config --global user.name "Nama Anda"
git config --global user.email "[email protected]"3. Install Visual Studio Code
Visual Studio Code (VS Code) adalah editor populer untuk pengembangan aplikasi, mendukung berbagai bahasa pemrograman termasuk Python.
Download paket .deb VS Code:
wget 'https://code.visualstudio.com/sha/download?build=stable&os=linux-deb-x64' -O code.debInstall paket .deb VS Code:
sudo dpkg -i code.deb
sudo apt install -fVS Code memiliki extension, seperti plugin untuk menambah fitur-fitur yang dibutuhkan dalam pengembangan aplikasi. Jalankan VS Code dan install beberapa extension untuk Python. Extension bisa diakses melalui sidebar → klik ikon Extensions (Ctrl+Shift+X) → cari nama extension.
- Python, menyediakan linting, debugging, dan IntelliSense.
- Pylance, meningkatkan fitur IntelliSense agar lebih cepat dan akurat.
- Black Formatter atau autopep8, untuk menjaga konsistensi gaya penulisan kode.
Extension untuk Git:
- GitLens, mempermudah melihat riwayat commit, blame, dan kontribusi kode.
- GitHub Pull Requests, integrasi langsung dengan GitHub.
4. Uji Coba Aplikasi Python
Membuat direktori untuk menyimpan proyek aplikasi Python:
mkdir myproject
cd myprojectMembuat virtual environment dengan nama venv dan mengaktifkannya:
python3 -m venv venv
source venv/bin/activateCara mengaktifkan virtual environment jika memakai Fish shell:
source venv/bin/activate.fishJika berhasil, terminal akan menampilkan (venv) di depan prompt:
(venv) user@hostname:~/myproject$Membuka direktori myproject dengan VS Code:
code .Membuat file app.py untuk memastikan environment bekerja dengan baik:
# app.py
def main():
print("Halo, Python di Ubuntu sudah siap dipakai!")
print("Mari mulai ngoding dengan Python")
if __name__ == "__main__":
main()Jalankan program:
python3 app.pyOutput:
Halo, Python di Ubuntu sudah siap dipakai!
Mari mulai ngoding dengan PythonInisialisasi repository di project:
git init
git add .
git commit -m "Inisialisasi project Python pertama"Setelah mengikuti langkah-langkah di atas, kamu sudah memiliki development environment Python yang lengkap di Ubuntu: mulai dari interpreter Python, pip, virtual environment, editor Visual Studio Code dengan extension populer, hingga integrasi Git untuk manajemen versi kode. Setup ini akan sangat membantu dalam workflow developer, baik bekerja sendiri maupun dalam tim, untuk proyek kecil hingga aplikasi besar.




