Starlink Mengancam Bisnis Internet Lokal

Starlink Mengancam Bisnis Internet Lokal
Photo by Mariia Shalabaieva / Unsplash

Masuknya layanan internet satelit Starlink milik Elon Musk ke Indonesia menimbulkan kekhawatiran di kalangan operator telekomunikasi lokal. Mereka merasa terancam dengan potensi persaingan yang tidak seimbang akibat harga layanan Starlink yang lebih murah dan teknologi yang lebih canggih.

Menurut Sekretaris Jenderal Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI), Starlink bisa mematikan bisnis telekomunikasi lokal karena menawarkan tarif yang sangat kompetitif dan jangkauan yang luas, terutama di daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh infrastruktur konvensional​. Tarif langganan Starlink di Indonesia adalah Rp 750.000 per bulan, dengan biaya perangkat keras sekitar Rp 7.800.000​. Harga ini dianggap cukup kompetitif dan bisa menarik banyak pelanggan dari operator lokal.

Selain itu, ada kekhawatiran bahwa Starlink akan mendapatkan perlakuan istimewa dari pemerintah. Beberapa pengusaha lokal mengungkapkan ketidakadilan ini, menekankan bahwa Starlink harus tunduk pada regulasi yang sama dengan operator lokal​. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menyatakan bahwa semua operator harus bersaing secara adil, dan pemerintah tidak akan memberikan insentif khusus kepada Starlink​.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, juga menegaskan bahwa Starlink harus memenuhi semua regulasi yang berlaku di Indonesia, termasuk membayar pajak dan biaya lain yang sama dengan operator lokal​. Ia menekankan pentingnya menjaga level playing field agar tidak terjadi persaingan yang tidak sehat.

Di sisi lain, kehadiran Starlink juga dianggap membawa manfaat besar, terutama untuk daerah-daerah terpencil yang selama ini kesulitan mendapatkan akses internet. Layanan internet dari Starlink diharapkan dapat meningkatkan kualitas komunikasi, pendidikan, dan layanan kesehatan di daerah-daerah tersebut​.

Namun, tantangan terbesar bagi pemerintah adalah memastikan bahwa kehadiran Starlink tidak merugikan operator lokal dan tetap memberikan kesempatan yang sama bagi semua pihak untuk berkompetisi. Pemerintah akan terus memonitor dan mengatur operasi Starlink untuk memastikan kesetaraan dan keadilan dalam persaingan bisnis telekomunikasi di Indonesia.