Don't Show Again Yes, I would!

Startup Flash Coffee PHK Massal, Pasca 5 Bulan Injeksi Rp736 Miliar

logo flash coffee (google)

Startup jaringan kopi asal Singapura, Flash Coffee disebut saat ini menutup seluruh jaringan gerai di negara pulau itu.

Dilansir dari Channelnewsasia (CNA), Jumat (13/10/2023), Flash Coffee yang baru saja mengumumkan menerima pendanaan seri B yang digawangi White Star Capital sebesar US$50 juta atau senilai Rp736 miliar, disebut bahwa mereka menutup 11 gerai di Negeri Singa tersebut secara mendadak.

Disebutkan bahwa penutupan gerai ini disampaikan pada Selasa (10/10) lalu. Para pekerja diminta berkumpul pada Kamis kemarin.

Manajemen Flash Coffee hingga saat ini yang tidak disebutkan namanya ke CNA mengatakan bahwa perusahaannya telah menghentikan operasi di 11 toko.

“Sebagian besar staf kantor pusat kami di Singapura telah ditawari peran di pasar lain atau di tim regional kami. Selain itu, kami secara aktif mencoba menghubungkan barista kami dengan peluang di jaringan kopi lain,” kata perusahaan itu.

Seiring dengan penutupan gerai bisnis di Singapura, CNA melaporkan bahwa perusahaan Flash Coffee masih terhutang pada gaji karyawan. Disebutkan untuk gaji September 2023 lalu, karyawan baru menerima sekitar 25% dari total keseluruhan. Sedangkan 75% sisanya masih terhutang. Belum ada penjelasan lanjutan atas sisa gaji karyawan ini.

PHK masal di wilayah kantor pusat ini menjadi anomali. Pada Mei lalu, dalam keterangan resminya menyebutkan bersyukur atas kepercayaan investor atas injeksi modal baru sebesar 50 juta dolar Singapura atau senilai Rp736 miliar.

CEO dan Co-Founder Flash Coffee David Brunier mengatakan pihaknya telah menemukan target market yang tepat dan siap untuk meluaskan jaringan ke berbagai kota lainnya untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

“Kami percaya diri akan mencapai profit di tingkat grup tahun depan,” kata David dalam keterangan resmi, Kamis (11/5/2023).

David mengatakan dana segar ini akan digunakan untuk mengakselerasi misi perusahaan dalam mencapai profit di tingkat grup, termasuk juga untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan di wilayah Asia Pasifik dengan menyajikan kopi berkualitas premium untuk konsumen di Indonesia, Singapura, Thailand, Hong Kong, dan Korea Selatan.

Serta mengembangkan teknologi dan inovasi produk untuk meningkatkan performa penjualan dari sejumlah gerai yang sudah ada.

David pun mengklaim Flash Coffee telah mengalami pertumbuhan eksponensial selama 2 tahun terakhir dengan peningkatan pendapatan year on year sebanyak 23 kali lipat selama 2021 dan empat kali lipat pada 2022 serta mencapai lebih dari 100 persen kenaikan EBITDA year on year di tingkat grup pada tahun yang sama.

Menurut David, dengan gerai-gerai yang solid menghasilkan profit, Flash Coffee telah berada di jalur yang tepat untuk meraih profit di tingkat grup pada 2024, dengan pasar utamanya ditargetkan untuk menjadi EBITDA positif dalam beberapa bulan ke depan. (AA)

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *